Site icon Berita Kota Makassar

RS Tipe B Parepare Serap 3.000 Tenaga Kerja

PAREPARE, BKM — Pembangunan rumah sakit (RS) tipe B Pendidikan yang berlokasi di Tonrangeng, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare segera dimulai. Menteri Kesehatan (Menkes) Prof Dr dr Nila Moeloek,SpM(K) dijadwalkan melakukan peletakan batu pertamanya, Rabu (30/9).
Sekretaris Kota (Sekkot) Parepare Mustafa Mappangara, mengaku pihaknya telah mengkomunikasikan rencana menghadirkan Menkes pada acara groundbreaking rumah sakit pemerintah terbesar di Indonesia Timur itu kepada pihak Jakarta. Acara ini juga direncanakan dihadiri Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan ribuan warga Parepare.
Hal ini disampaikan Mustafa di sela-sela rapat pemantapan, Rabu (16/9). Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Sekkot ini diikuti pimpinan SKPD terkait, asisten, para kepala bagian, Camat Bacukiki Barat serta Lurah Lumpue.
Mengingat yang akan dibangun merupakan rumah sakit rujukan dan rumah sakit regional, kata Mustafa, pemerintah kota juga menjadwalkan untuk mengundang bupati dan kepala daerah tetangga di kawasan utara Provinsi Sulawesi Selatan.
Ia juga berharap, peletakan batu pertama nanti dihadiri mahasiswa keperatawan dan kebidanan se-Kota Parepare yang diperkirakan berjumlah 2.000 orang. Ini, kata Mustafa, terkait keinginan Wali Kota Parepare agar rumah sakit ini mengutamakan tenaga kerja lokal.
“Kita harapkan, dengan hadir di acara peletakan batu pertama, mereka dapat terdorong dan termotivasi untuk belajar lebih giat lagi, sehingga bisa menyelesaikan pendidikannya dengan baik dan terserap di Rumah Sakit Umum Pendidikan Parepare,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Parepare dr Muh Yamin, mengatakan secara teknis acara ini tak ada lagi. Pihaknya telah menyiapkan 250 titik tempat tiang pancang.
Dijelaskan Yamin, rumah sakit ini akan dibangun di atas lahan seluas dua hektare dengan anggaran awal sekitar Rp41 miliar. Sisanya, yakni sekitar Rp250 miliar, akan diupayakan dikucurkan tahun 2016.
“Karena itu, kita rencanakan ini bisa rampung tahun 2016. Kalau untuk fisik kita estimasi menelan anggaran Rp200 miliar. Sisanya adalah untuk listrik dan instalasi serta kebutuhan lain,” jelasnya.
Untuk anggaran awal, yakni sebesar Rp41 miliar, kata Yamin yang juga Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSU Andi Makkasau, telah direview di Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Sulsel. “Kesimpulannya tak ada masalah,” tandasnya.
Sebelumnya, Wali Kota Parepare Dr HM Taufan Pawe mengatakan, pemerintah kota telah menetapkan tanggal untuk peletakan batu pertama sekaligus tiang pancang perdana 30 September mendatang. Ini disampaikan Taufan di sela-sela pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong di Lapangan Sumpang Minangae, Selasa (15/9).
Rumah sakit ini, kata Taufan, didesain tujuh lantai dengan jumlah tower sebanyak tiga buah. Rencananya, RS ini berkapasitas 1.000 tempat tidur dan diproyeksikan menyerap tenaga kerja sekitar 3.000 orang.
“Sekadar perbandingan, Rumah Sakit Umum Daerah Andi Makkasau yang merupakan rumah sakit rujukan 14 kabupaten/kota, kapasitasnya 250 tempat tidur dan menyerap tenaga kerja 920 orang. Jadi bayangkan, berapa tenaga kerja yang bisa kita pekerjakan nantinya,” ujar Taufan.
Wali Kota berharap, pembangunan rumah sakit kebanggaan masyarakat ini mendapat dukungan seluruh warga Parepare. Ia mengundang seluruh masyarakat Kelurahan Sumpang Minangange dan Lumpue hadir di acara peletakan batu pertama nanti.
RSU Tipe B Plus Parepare dilengkapi peralatan canggih dan modern, dengan sasaran tidak hanya masyarakat Sulsel, tetapi juga sejumlah provinsi di Sulawesi. Termasuk diantaranya Kalimantan.
Jika pembangunannya telah rampung, ia berencana menurunkan kelas Rumah Sakit Umum Andi Makkasau dari Tipe B menjadi rumah sakit tipe C, untuk melayani pasien BJPS dan Jamkesda. (smr/rus/b)

Exit mobile version