MALILI, BKM — Sebanyak 525 guru Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) negeri maupun swasta se-Kabupaten Luwu Timur mengikuti Pelatihan Kompetensi Tenaga Pendidik (KTP). Kegiatan yang menghadirkan 12 narasumber dari Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Sulawesi Selatan berlangsung hingga 23 September mendatang.
Dari 525 guru pemandu mata pelajaran tersebut mewakili 15 guru untuk setiap gugus dari 35 gugus yang telah diutus Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Dikbudparmudora) Kabupaten Luwu Timur.
Kepala Dinas Dikbudparmudora Luwu Timur Ismail mengatakan, guru-guru yang diutus itu terdiri dari guru mata pelajaran matematika, PPKN, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, dan agama (Islam, Kristen Katolik, Protestan dan Hindu).
Menurut Ismail, pada pelatihan ini peserta akan dibagi kelompok sesuai mata pelajaran yang mereka pandu. Pascapelatihan, peserta diharapkan dapat memberikan ilmu yang telah mereka peroleh kepada rekannya yang tidak mengikuti pelatihan.
Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, kata Ismail, perbaikan kualitas guru adalah suatu keniscayaan. Oleh karena itu, pelatihan kompetensi tenaga pendidik tersebut sangat penting dilakukan.
“Guru harus berkarakter. Jika guru tidak punya karakter, lebih baik tidak menjadi guru. Sebab guru berkarakterlah yang menjadi indikator profesionalisme dunia pendidikan,” tandasnya.
Dalam kesempatan itu, Asisten Pemerintahan Luwu Timur Syahidin Halun, juga mengingatkan agar guru tidak terlibat politik praktis menjelang pemilukada serentak yang akan berlangsung 9 Desember mendatang.
“Salah satu tugas pemerintah adalah memotivasi warganya untuk berpatisipasi dalam pemilukada. Namun saya mengingatkan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tetap menjaga netralitas dan tidak terlibat politik praktis serta dukung mendukung,” tegas Syahidin. (alp/rus/c)