PINRANG, BKM — Upaya peningkatan Kualitas pendidikan gencar dilakukan Pemerintah Kabupaten Pinrang. Untuk menghasilkan sumber manusia yang handal, salah satunya adalah menggenjot mutu guru. Diharapkan, melalui pelatihan-pelatihan, dipastikan guru di Pinrang dapat lebih meningkatkan mutunya.
Terkait dengan itu, USAID bekerja sama Pemkab Pinrang telah merampungkan pelatihan Peningkatan Mutu Pembelajaran tingkat SMP di Aula Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpopra) Pinrang, baru-baru ini. Pelatihan dibuka Kepala Dinas Dikpora diwakili H Muslimin Habe Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dikpora.
Kepala SMP Negeri 1 Suppa Thasim selaku Ketua Panitia menjelaskan, peserta pelatihan sebanyak 83 guru. Mereka berasal dari 13 SMP di 5 kecamatan, yaitu Suppa, Mattiro Bulu, Mattiro Sompe, Patampanua dan Lanrisang. Kegiatan ini berlangsung 18-21 September 2015.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) H Muslimin Habe mengatakan, untuk meningkatkan kualitas pendidikan, yang perlu dibenahi adalah kualitas guru. Baik pembenahan diri dari mental, intelektual maupun akademik. Seperti disiplin. Para siswa bisa datang ke sekolah tepat waktu. Hal itu harus berbarengan dengan perilaku guru yang bisa datang lebih awal.
”Kadang siswa terlambat datang karena gurunya sendiri ke sekolah dengan waktu semaunya. Hal ini yang perlu disikapi. Mental disiplin sebagai budaya yang harus ditanamkan di lingkup sekolah. Jadi kuncinya harus dimulai dari mental disipilin, sehingga yang lainnya akan lebih mudah dicapai dalam meningkatkan kualitas pendidikan,” kata Muslimin.
Kordinator Distric Fasilitator Pinrang Hj Luli Widiatuti menjelaskan, pelatihan mutu guru merupakan angkatan terakhir yang telah dilaksanakan untuk seluruh SMP di Pinrang. Ada sejumlah metode yang dipakai dalam pelatihan ini. Yakni workshop, real teaching, metode alat peraga melalui media elelktronik dan audio visual.
Nantinya, akan dilakukan evaluasi melalui Monitoring dan Evaluasi (Monev) berdasarkan Rencana Tindak Lanjut (RTL) oleh sekolah.
Manfaat lain pelatihan ini, yakni mengifisiensikan agar tidak jauh mengikuti pelatihan sampai diluar daerah dan kualitas pelatihan tetap terjamin. Begitupun dengan narasumber dari fasilitator nasional dan daerah. (gun/rus/c)