Site icon Berita Kota Makassar

RSU Tipe B Gunakan 633 Tiang Pancang

PAREPARE, BKM — Pembangunan Rumah Sakit Umum (RSU) Tipe B Plus Parepare akan menggunakan 633 tiang pancang, dengan kedalaman tumbuk sekitar 16 meter. Hal ini disampaikan Pelaksana Proyek Andi Johan Arfa, Minggu (20/9).
Pihaknya, kata dia, secara teknis telah menghitung jumlah kebutuhan tiang pancang untuk bangunan rumah sakit yang diproyeksikan bagi kawasan utara Sulsel dan Provinsi Sulbar itu.
“Untuk tower utama dengan luas 72×19 meter, total tiang pancang yang dibutuhkan ada 250 buah. Sisanya, sebanyak 383 akan kita peruntukan dua tower lainnya, yakni masing-masing 192 buah,” kata Andi Johan di lokasi proyek.
Seluruh tiang pancang tersebut, tambah Andi Johan, secara bertahap mulai dimasukan ke lokasi pekan ini langsung dari Makassar. Ia memperkirakan, pengerahan ke lokasi
butuh sekitar satu bulan.
Sementara itu, Pemerintah Kota Parepare dipastikan melakukan percepatan groundbreaking, dari tanggal 29 September menjadi 27 September. Ini dilakukan menyusul padatnya jadwal Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo yang akan menghadiri acara peletakan batu pertama nanti.
Wali Kota Parepare Dr HM Taufan Pawe mengatakan, tak ada masalah dengan percepatan jadwal groundbreaking tersebut. Karena secara teknis sudah tak ada lagi masalah.
Hal ini disampaikan Taufan di sela-sela kunjungannya ke lokasi pembangunan, Minggu (20/9). Ia mengatakan, bersamaan pembangunan Rumah Sakit Umum Tipe B Plus Parepare, pemerintah kota dalam waktu dekat juga segera mewujudkan pembangunan kawasan kuliner Tonrangeng.
Tak hanya itu, pemerintah kota juga segera mempertimbangkan mewujudkan pembangunan akses jalan dari jalan poros ke RSU Tipe B sepanjang 300 meter dengan lebar jalan seluas 8 meter.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Syamsuddin Taha mengatakan, pembangunan jalan ini akan dianggarkan tahun 2016 mendatang. Selain jalan 300 meter tersebut, pemerintah kota juga tengah mempertimbangkan pembangunan flyover di dekat jembatan Sungai Karajae menuju Rumah Sakit Umum Tipe Plus.
Sementara itu, sesuai komitmen Wali Kota Parepare, kontraktor pelaksana, dalam hal ini PT Haka Utama akan menggunakan tenaga kerja lokal untuk kebutuhan tenaga harian. Ini disampaikan pelaksana lapangan PT Haka Utama Andi Johan.
Namun, kata Johan, sementara ini kebutuhan tenaga kerja masih sebatas tenaga teknis lapangan. Sementara untuk tenaga kerja kasar akan dilakukan setelah proyek mulai berjalan.
Ketua RW Tonrangeng Said Sumardi mengatakan, warganya siap membantu keperluan tenaga kerja jika dibutuhkan. “Kami banyak tukang batu, tukang kayu, termasuk tenaga las. Kalau dibutuhkan kami siap,” kata dia di lokasi pembangunan RS.
Ia mengaku telah dihubungi soal ini. Dia berharap, mereka dapat segera membantu pemerintah kota. Apalagi, warganya sangat senang dengan kehadiran Rumah Sakit Tipe B Plus di wilayahnya. (smr/rus/b)

Exit mobile version