Site icon Berita Kota Makassar

SMPN 1 Pallangga Contek SMPN 5 Malang

BKM/SAR CONTOH -- Aktivitas siswa SMPN 5 Malang mempersiapkan lomba green school. Inilah yang akan dicontoh SMPN 1 Pallangga, Kabupaten Gowa dalam rangka pengembangan menuju Adiwiyata Mandiri tingkat nasional.

BKM/SAR CONTOH -- Aktivitas siswa SMPN 5 Malang mempersiapkan lomba green school. Inilah yang akan dicontoh SMPN 1 Pallangga, Kabupaten Gowa dalam rangka pengembangan menuju Adiwiyata Mandiri tingkat nasional.

MALANG, BKM — Sebagai salah satu sekolah di Sulsel yang berkompetisi di ajang Adiwiyata Mandiri tingkat nasional tahun ini, maka SMPN 1 Pallangga berupaya menyempurnakan kesiapannya dengan mengorek pola kerja SMPN 5 Kota Malang yang sejak 2009 telah menyandang predikat sekolah berbasis lingkungan (Adiwiyata Mandiri).
Kepala SMPN 1 Pallangga, Mas’ud Kasim disela berkunjung ke SMPN 5 Kota Malang, Kamis (17/9) mengatakan, keberhasilan SMPN 5 Malang memperoleh predikat sebagai sekolah berbasis lingkungan hidup merupakan nilai tambah bagi SMPN 1 Pallangga.
“Karena itu dalam persiapan kami mengikuti Adiwiyata Mandiri nasional ini kami berharap bisa belajar ke SMPN 5 Malang guna menyempurnakan kesiapan kami tersebut,” kata Mas’ud Kasim yang diterima oleh Wakepsek SMPN 5 Malang, Sri Mahmurah.
Mahmurah yang menyambut dengan keramahannya mengatakan sekolah SMPN 5 Malang yang berdiri sejak zaman Belanda dibuktikan dengan bangunan utamanya yang menjadi ruang kepala sekolah adalah bangunan asli yang tidak joleh dipugar, sejak menjadi sekolah berbasis lingkungan hidup telah mendulang berbagai prestasi baik kesiswaan maupun kependidikan.
Bahkan Kamis kemarin, para siswa sibuk bekerja bakti membersihkan kawasan sekolah karena kembali masuk menjadi peserta lomba green school (sekolah hijau).
Menurut Mahmurah, sekolah yang mengasuh 900 orang siswa ini telah menjadi kunjungan 150 sekolah dari seluruh provinsi. ” Dari tahun 2004 kami sudah mengelola Adiwiyata. Sungguh sulit mempertahankan namun alhamdulillah kami mampu mrnjaga predikat itu sampai sekarang. Kedisiplina para siswa pun makin melekat. Adiwiyata itu memupuk kesadaran siswa untuk mengubah perilaku siswa menjadi cinta lingkungan. Inilah yang menjadi kebiasaan yang akhirnya membudaya,” kata Mahmurah sembari mengatakan sekolahnya kini telah memiliki kurikulum sekolah lingkungan hidup.
Dari kunjungan ini Mas’ud Kasim berharap dapat memperoleh bekal sebagai tambahan untuk persiapan menuju Adiwiyata Mandiri di tingkat nasional. (sar/C)

Exit mobile version