Site icon Berita Kota Makassar

Tiga Hari Kritis, Raja Begal Tewas

BKM/CHAIRIL DEMO BEGAL - Koalisi Aktivis Makassar menggelar aksi unjuk rasa di lampu merah Jalan AP Pettarani-Jalan Hertasning, Makassar, Senin (21/9). Dalam aksinya mereka mendesak Kapolda Sulselbar mengadili para pelaku begal agar tak ada lagi aksi begal di Makassar.

BKM/CHAIRIL DEMO BEGAL - Koalisi Aktivis Makassar menggelar aksi unjuk rasa di lampu merah Jalan AP Pettarani-Jalan Hertasning, Makassar, Senin (21/9). Dalam aksinya mereka mendesak Kapolda Sulselbar mengadili para pelaku begal agar tak ada lagi aksi begal di Makassar.

MAKASSAR,BKM — Setelah tiga hari menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Rahim alias Ipponk (28), tersangka pencuri sepeda motor yang diamuk massa di Jalan Kapsa Raya, akhirnya meninggal dunia, Senin (21/9) siang.
Sebelumnya, aparat Polsek Tamalanrea sempat dibuat kelimpungan dengan kasus ini. Soalnya, saat dibawa ke rumah sakit, tak ada informasi serta petunjuk soal identitas Rahim. Apalagi, kondisi saat itu sudah koma. Tersangka akhirnya dirawat dengan daftar nama pasien tanpa identitas.
Saat tersangka meninggal, seorang pria paruh baya bernama Sappe (50) datang ke rumah sakit seraya mengaku kalau pria bertubuh ceking yang meregang nyawa itu adalah anaknya, Rahim alias Ipponk.
Kepala Kepolisian Sektor Kota Tamalate, Kompol Roy Agung mengatakan, identitas pelaku begal yang meninggal dunia ini akhirnya terkuak. “Selama mendapat perawatan medis kami terus mencari tahu keluarga tersangka. Namun, tidak pernah berhasil,” kata Roy.
Menurut Roy, Senin sekitar 10.30 Wita, pihak RS Wahidin menelpon dirinya seraya mengabarkan kalau tersangka sudah meninggal dunia.
“Kami baru mengetahui identitas pelaku setelah pihak keluarga datang ke rumah sakit. Ternyata pria itu bernama Rahim,” kata Roy.
Sappe, ayah tersangka yang ditemui BKM menjelaskan, dia mendengar kabar ada pelaku begal dimassa di Kapasa. Karena anaknya tidak pulang-pulang, dia pun keliling mencari Rahim.
“Pada hari Minggu saya mendapat kabar ada pelaku pencurian dimassa.Saya bersama anakku bernama Iccang mencari Rahim ke Rumah Sakit Bhayangkara, tapi ternyata tidak ada. Iccang, akhirnya memberi kabar kalau tersangka pencuri di Kapasa dirawat di RS Wahidin. Saat kami ke sana, ternyata Rahim sudah meninggal dunia,” katanya.
Menurut Sappe, dia tidak bisa berbuat apa-apa selain mengikhlaskan kepergian Rahim. “Rencananya, Rahim akan dikebumikan di Boroanging, depan rumah kakaknya,”ujar Sappe.
Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Tamalanrea, AKP Syahwan mengaku setelah identitas Rahim diketahui, pihaknya lansung berkoordinasi kepada Resmob Polda Sulsel. Dari data yang ada, Rahim ternyata resedivis begal dan curanmor.
“Tersangka memang residivis pencurian motor,” kata Syahwan. Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti sepeda motor DD 5857 QD dan kunci Letter T yang digunakan pelaku beraksi.
Diketahui, Kamis (17/9) malam, tersangka Rahim menggasak motor Kawasaki Ninja milik Jamil (30) di samping Warung Sop Saudara, Jalan Ir Sutami. Aksi tersangka dipergoki oleh korban. Rahim yang merusak kunci kontak kendaraan membawa kabur motor curiannya. Namun korban dan warga sekitar berhasil mengejar pelaku.
“Saya parkir motorku di samping warung, tiba-tiba pelaku saya lihat menunggangi motorku. Saya menendang pelaku dan jatuh. Warga akhirnya berdatangan dan mengeroyok pelaku hingga kritis,” kata
Jamil.
Aparat Polsek Tamalanrea yang tiba mengevakuasi Rahim dalam kondisi koma. Dengan tewasnya Rahim, maka dalam sebulan ini sudah tiga pelaku begal yang tewas. Dua karena diamuk massa, dan seorang lagi karena diterjang peluru petugas. (ish/cha/b)

Exit mobile version