MAKASSAR, BKM– Pekan ini, proyek underpass simpang lima Bandara Sultan Hasanuddin-Tol Sutami, sudah mulai dikerjakan.
Dua perusahaan besar plat merah atau milik pemerintah, yakni PT Adhy Karya dan PT Waskita Karya, hari ini, Selasa (22/9) akan menandatangani kontrak pengerjaan.
Bahkan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VI Makassar telah mengagendakan tanda tangan kontrak yang nilainya mencapai Rp169,6 miliar. Itu dari pagu anggaran Rp175 miliar yang dialokasi untuk underpass selama tiga tahun pekerjaan.
Hal tersebut dibenarkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Makassar-Takalar BBPJN VI Makassar, Marlin Ramli, Senin (21/9). Ia mengaku, kalau pihak balai besar sudah melakukan sosialisasi dengan pemerintah setempat.
“Lurah dan camat diminta memfasilitasi untuk menyampaikan kepada masyarakat agar bersiap karena pekerjaan sudah akan dimulai,” jelas Marlin.
Pada tahap awal, pekerjaan dimulai dengan pembongkaran bangunan yang sudah dibebaskan. Ini terkait pelebaran sisi kiri dan kanan jalan yang masing-masing butuh tujuh meter.
Pelebaran ini untuk pembuatan jalan samping atau frontage.
Ditargetkan jalan samping yang langsung akan dipatenkan tersebut rampung tahun ini. Setelah jalan samping selesai, arus lalu lintas akan dialihkan ke sana untuk selenjutnya melakukan penggalian di bagian tengah. Itulah yang akan dipersiapkan untuk underpass. (rhm/war/c)