Harnum berusaha untuk terus kuat menghadapi cobaan hidup yang menderanya. Termasuk bersabar menyikapi kelakuan suaminya yang lalai dari tanggung jawab sebagai kepala rumah tangga.
Empat tahun membina mahligai rumah tangga, Harnum belum menunjukkan tanda-tanda kehamilan. Persoalan itu kerap menjadi bahan ejekan dari mertua dan keluarga sang suami.
Dia sering disinggung sebagai wanita mandul yang tak mampu memberi keturunan bagi Aditya. Sementara itu, kelakuan suaminya makin menjadi-jadi. Dia kerap menggunakan kartu kredit milik istrinya untuk belanja konsumtif. Seperti beli sepatu harga jutaan rupiah serta barang mewah lain yang harganya terbilang sangat mahal.
Tinggallah sang istri harus susah payah membayar cicilan belanja suaminya. Dia pernah ingin memblokir kartu kreditnya. Namun hal itu menimbulkan kemarahan besar dari sang suami. Harnum bahkan pernah kena damprat akibat rencananya itu,
Memasuki usia lima tahun pernikahannya, ternyata Aditya ketahuan selingkuh dengan seorang penyanyi kafe di Makassar. Ternyata selama ini, Aditya selalu boros menggunakan uang istrinya untuk membiayai selingkuhannya. Hal itu menimbulkan pukulan mendalam bagi Harnum. Diapun minta cerai. Toh, tak ada beban moril yang harus diemban karena mereka belum punya anak.
Awalnya, Aditya tidak mau. Namun karena Harnum ngotot minta cerai, keinginan itupun akhirnya dikabulkan sang suami.
Mantan suaminya pun akhirnya menikahi sang penyanyi kafe. Sementara Harnum memutuskan untuk tetap sendiri, menikmati hidupnya yang seakan lepas dari belenggu penderitaan.
Namun sayang, dua tahun setelah bercerai, mantan suaminya ingin rujuk kembali. Itu didasari karena kebaikan hati Harnum. Aditya pun mulai berubah. Dia sudah bekerja. Malah, untuk menarik perhatian Harnum, Aditya kerap memberi hadiah hingga mentransferkan uang dalam jumlah yang lumayan. Namun hati Harnum tetap tidak bergeming dengan kebaikan-kebaikan mantan suaminya. Dia masih trauma dengan perlakuan-perlakuan yang diperoleh saat membina mahligai rumah tangga dengan Aditya. Dia ingin menikmati kebahagiaan dan kesendiriannya sambil berharap suatu hari ada lelaki yang tepat untuk menjadi pendamping hidupnya. (rhm/cha/b)