Site icon Berita Kota Makassar

Tertipu Investasi Pabrik Tapioka

SIDRAP, BKM — Program investasi perusahaan pembuat tepung tapioka di Sidrap batal terealisasi. Padahal rencana ini sudah dimatangkan oleh pihak perusahaan dengan mengunjungi lokasi yang semula akan dibanguni di Kecamatan Panca Rijang dan Pitu Riawa.
Akibatnya, sejumlah perwakilan yang dipercaya akan mengelolah pembuatan tepung tapioka tersebut merasa menjadi korban penipuan. Sebab rencana pengembangan tanaman bahan pembuatan tapioka, termasuk pabriknya tidak ditindaklanjuti oleh pihak perusahaan yang dikelolah PT Mandiri Abadi Perkasa dan berkedudukan di Bogor, Jawa Barat.
Perwakilan warga mengaku sudah berkorban, baik tenaga, pemikiran maupun materi untuk membiayai semua kebutuhan rencana investasi tersebut. Beberapa warga mengaku sudah terikat investasi dengan perusahaan itu, namun hingga saat ini belum ada realisasi sejak ditinjau pada akhir Agustus bulan lalu.
Salah seorang korbannya adalah Abbas. Warga Sidrap itu mengaku telah mentransfer sejumlah uang ke rekening milik bagian keuangan PT Mandiri Abadi Perkasa.
Menurutnya, dia diminta oleh oknum bernama Henry mengirim uang itu sebagai dana perikatan di notaris. Namun kenyataannya, Henry menghilang dan tak pernah lagi menghubungi Abbas.
Kasus itu, kata Abbas, telah dilaporkannya ke Polda Sulselbar, bernomor TBL/584/IX/SPKT, tertanggal 21 September 2015. Dalam pengaduannya itu, Abbas mengaku telah tertipu bersama sejumlah rekan-rekannya.
“Kami percaya karena yang bersangkutan datang meninjau lokasi di Panca Rijang dan Pitu Riawa. Tapi setelahnya, sudah tidak ada lagi komunikasi. Uang sebesar Rp47 juta sudah ditranfer atas nama Henry,” tegas Abbas saat bertandang ke kantor perwakilan Media Fajar Group di Pangkajene, Senin (28/9).
Menurutnya, tak hanya dirinya yang jadi korban. Rekan-rekannya sesama pengusaha juga ikut berkongsi untuk mendirikan pembuatan perusahaan tepung tapioka tersebut.
“Lokasi lahan dan pabriknya sudah kami siapkan. Saya berteman empat orang rekan diajak kongsi. Mereka juga sudah transfer uang puluhan juta guna membiayai administrasi dan kebutuhan yang diperlukan. Tapi sekarang tidak ada harapan, karena sudah tidak ada lagi komunikasi dengan pihak perusahaan,” lontarnya.
Diapun berharap agar kasus ini ditanggapi serius oleh pihak Polda Sulselbar, karena melibatkan perusahaan besar. “Kita harap laporan kami ditindaklanjuti penyidik di polda, karena tidak ada lagi harapan perusahaan itu akan berinvestasi di Sidrap,” tandasnya. (ady/rus/b)

Exit mobile version