Site icon Berita Kota Makassar

Proper Emas Jelang Tahun Emas

(Apresiasi Pengelolaan Lingkungan Semen Tonasa)

Fachruddin P

Tidak banyak perusahaan yang peduli pada lingkungan. Itu tergambar dalam pengumuman Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup atau Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) setiap tahunnya. Hanya segelintir perusahaan yang mendapatkan predikat hijau. Sebagian besar justru berada dalam posisi biru. Bahkan ada yang mendapatkan predikat hitam.
Di Sulawesi Selatan periode penilaian proper 2013 dan 2014, BLHD melakukan pengawasan dan penilaian mandiri (self assessment) terhadap 55 perusahaan. Hanya PT Semen Tonasa yang mendapatkan peringkat hijau dua tahun terakhir ini. Beberapa perusahaan lainnya hanya mendapatkan peringkat biru. Bahkan sebagian perusahaan lainnya mendapatkan predikat merah dan hitam. Menurut ketentuan perundang-undangan, perusahaan yang mendapatkan predikat merah dan hitam akan dilakukan pembinaan lebih ketat yaitu dengan penerapan sanksi administrasi di bidang lingkungan hidup. Jika terdapat indikasi pencemaran dan perusakan lingkungan hidup akan dilakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) untuk memastikan terjadi pelanggaran pidana atau kerugian lainnya berkaitan lingkungan hidup.
Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) merupakan salah satu upaya pemerintah di bidang lingkungan hidup untuk mendorong penaatan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup melalui instrumen informasi. Proper diharapkan bisa mendorong perusahaan untuk menaati peraturan perundang–undangan melalui efek insentif dan disinsentif reputasi yang timbul akibat pengumuman peringkat kinerja kepada publik dan mendorong perusahaan yang sudah baik kinerja lingkungannya untuk menerapkan produksi bersih (cleaner production).
Beberapa komponen menjadi penilaian dalam penilaian proper. Di antaranya penaatan terhadap pengendalian pencemaran air, udara, pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), dan penerapan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Selain itu, dinilai pula sistem manajemen lingkungan, pemanfaatan limbah, konservasi sumberdaya dan pelaksanaan CSR- nya. Proper yang bagus akan meningkatkan ‘nilai jual’ perusahaan tersebut di dunia usaha. Penilaian kinerja penaatan perusahaan dalam PROPER dilakukan berdasarkan atas kinerja perusahaan dalam memenuhi berbagai persyaratan ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku dan kinerja perusahaan dalam pelaksanaan berbagai kegiatan yang terkait dengan kegiatan pengelolaan lingkungan yang belum menjadi persyaratan penaatan (beyond compliance).
Pemeringkatan Proper merupakan hasil dari penilaian kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup yang berlaku tahunan. Berdasarkan ketentuan pasal 43 ayat (3) huruf h dan pasal 63 ayat (1) huruf w UU Nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, Menteri Lingkungan Hidup berkewajiban dan berwenang untuk memberikan penghargaan kinerja di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup bagi perusahaan yang ada di wilayah Republik Indonesia.
Bagaimana dengan Tonasa? Pengelolaan lingkungan pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini terus membaik. Paling tidak dalam kurun waktu lima tahun terakhir ini. Buktinya, pada tahun 2012, perusahaan produsen semen ini hanya mendapatkan peringkat biru dalam penilaian proper perusahaan di Sutlawesi Selatan. Akan tetapi pada 2013 dan 2014, perusahaan ini sudah mendapatkan predikat hijau. Dari 1.812 perusahaan yang dinilai pada tahun 2013, hanya 113 perusahaan yang masuk kategori hijau. Semen Tonasa merupakan salah satu perusahaan yang mendapatkan proper hijau tersebut.
Predikat Proper Hijau ini menambah sederet prestasi yang telah diraih PT Semen Tonasa. Di antaranya penghargaan Good Performance di ajang Indonesian Quality Award berbasis Malcolm Baldrige Criteria, GKPM Award 2013 – CSR Best Practice for MDGs dengan predikat Gold, “Excellent Award” pada Konvensi Internasional GKM “International Convention on QC Circle (ICQCC)”, empat medali emas dan satu medali perak pada ajang Indonesian Quality Convention (IQC) di Batam serta lima medali emas pada ajang Temu Karya Mutu & Produktivitas Nasional di Medan.
Pengelolaan lingkungan yang menonjol di Tonasa antara lain penanganan limbahnya termasuk limbah B3. Tonasa memiliki Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) yang sangat bagus. Seperti disampaikan Jasmiati, salah seorang staf Semen Tonasa, perusahaan ini menangani limbah secara berjenjang mulai dari bahan sampai produk. Menariknya, dalam proses produksi itu, Tonasa sama sekali tidak menghasilkan limbah. Yang ada hanya emisi yang dihasilkan dari proses produksi. Limbah dari industri semen hanya ada pada proses laboratorium karena menggunakan bahan kimia. Proses laboratorim ini dimaksudkan untuk mengetahui kandungan SiO2, Al2O3 yang setelah dipakai akan berubah menjadi limbah.
Untuk pengelolaan limbah cair, manajemen Semen Tonasa sudah menyediakan penampungan sementara selanjutnya dibawa ke IPAL di Biringkassi sebagai suatu perangkat peralatan yang mengolah cairan sisa proses produksi pabrik sehingga cairan tersebut layak dibuang ke lingkungan. Selanjutnya untuk mengendalikan emisi debu, Tonasa juga sudah memiliki electrostatic precipitator dan dust collector.
Melihat tren penilaian proper dalam kurun empat tahun terakhir ini, Semen Tonasa diperkirakan akan memperoleh peringkat emas dalam penilaian proper paling lambat 2017 atau 2018. Sebab sesuai regulasi yang berlaku, proper emas hanya bisa diberikan kepada perusahaan yang meraih peringkat hijau tiga tahun berturut-turut. Jika itu terwujud, proper emas 2016 atau 2017 kelak akan menjadi kado istimewa dalam menyambut ulang tahun emasnya 2018 mendatang.
Proper emas merupakan peringkat terbaik bagi perusahaan dalam mengelola lingkungan. Perusahaan yang mendapatkan peringkat emas membuktikan perusahaan tersebut sudah menerapkan pengelolaan lingkungan secara menyeluruh dan kontinu. Yang menjadipenilaian dalam proper antara lain penaatan terhadap pengendalian pencemaran air, udara, pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), dan penerapan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Selain itu, dinilai pula sistem manajemen lingkungan, pemanfaatan limbah, konservasi sumberdaya dan pelaksanaan CSR- nya. Proper yang bagus akan meningkatkan ‘nilai jual’ perusahaan tersebut di dunia usaha.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar menyebutkan selama 10 tahun (2004 – 2014), proper berhasil mendorong ketaatan perusahaan terhadap peraturan lingkungan dari 49% menjadi 72%. Program ini juga dianggap berhasil mengutamakan perlindungan lingkungan ke dalam perusahaan sehingga lingkungan menjadi salah satu indikator kinerja perusahaan. Yang tidak kalah pentingnya adalah proper akan menjadi peta jalan untuk penerapan ekonomi hijau.
Galakkan Penghijauan
Program peduli lingkungan lain yang digalakkan manajemen PT Semen Tonasa adalah penanaman pohon. Februari 2015 lalu, Semen Tonasa melakukan penanaman pohon di areal pelabuhan Biringkassi. Ratusan bibit pohon ditanam oleh karyawan, pelajar SMA dan sekolah dasar dari wilayah sekitar pabrik Tonasa. Penanaman pohon ini merupakan salah satu rangkaian peringatan bulan K3 tingkat Sulawesi Selatan yang dipusatkan di Tonasa. Penanaman dilakukan di atas lahan 15×300 meter. Pohon yang ditanam didominasi jenis angsana dan tamate sebanyak 1000 pohon.
Setiap tahun Tonasa menanam 10 ribu bibit pohon disekitar areal pabrik dan di desa-desa sekitar Tonasa, dan sebagai industri besar. Tonasa tidak hanya mengejar peningkatan produksi semata, tapi juga peduli akan kondisi lingkungan. (*)

Exit mobile version