MAKASSAR, BKM– Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang menyesalkan molornya kedatangan jamaah haji kloter I asal Kabupaten Gowa dan Kota Makassar hingga 1,5 jam, Selasa (29/9) pagi.
Meski menyesalkan, Agus tetap bersyukur tidak ada kendala berarti yang ditemukan dalam kepulangan jamaah haji kloter I di tanah air.
Molornya kepulangan jamaah haji, kata Agus, bukan disebabkan PPIH melainkan karena terjadi antrean pesawat cukup panjang di Bandara King Abdul Azis yang akan membawa pulang jamaah haji di berbagai negara.
Namun dia menjamin keterlambatan yang terjadi tidak akan memperngaruhi kedatangan jamaah haji kloter-kloter selanjutnya.
“Keterlambatan lebih disebabkan antrean jadwal terbang dari bandara di Tanah Suci. Tapi selanjutnya akan berangsur-angsur normal kembali,” jelas Agus.
Dia berharap ke depan pelayanan haji lebih ditingkatkan. Baik oleh PPIH maupun pemerintah Arab Saudi.
Dia juga berharap, ke depan, dengan dilakukannya pembenahan fasilitas serta infrastruktur di Tanah Suci, jamaah haji semakin nyaman dan tenang beribadah.
Sementara itu, 438 jamaah haji tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dengan menumpang pesawat Garuda melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Mereka diterima langsung Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang.
Jumlah jamaah haji kloter I bertambah dua orang dibanding keberangkatan ke Tanah Suci yang hanya berjumlah 436 orang. Pertambahan itu diakibatkan dua jamaah haji memajukan jadwal penerbangannya pulang ke tanah air.
Tiba di bandara, jamaah haji dibawa ke Asrama Haji Sudiang menggunakan 10 unit bus yang sudah disiapkan panitia penyelenggara ibadah haji.
Ribuan penjemput sudah menunggu di Asrama Haji Sudiang sejak subuh. Mereka rela berdesak-desakaan di luar pagar asrama untuk menyaksikan para jamaah turun dari bus.
Isak tangis dan keharuan terjadi ketika jamaah haji bertemu kembali dengan keluarganya.
Salah seorang penjemput, Muhammad Ishak merasa bersyukur, isterinya yang tergabung dalam kloter 1 bisa tiba dengan selamat di tanah air. Dia mengaku pasca tragedi crane jatuh dan terowongan Mina, dia selalu berdoa agar isterinya Hj Suryani selamat dan bisa berkumpul kembali dengan keluarga.
“Alhamdulillah, ibu selamat sampai kembali di tanah air. Semoga menjadi haji mabrur,” katanya.
Sementara itu, salah seorang jamaah, H Rahman Jamil mengaku sangat bersyukur tiba dengan selamat di tanah air setelah menunaikan Rukun Islam ke lima.
“Alhamdulillah bisa tiba dengan selamat di tanah air. Sangat bahagia bisa berkumpul kembali dengan keluarga,” jelasnya.(rhm/war/b)