Site icon Berita Kota Makassar

Ahli Konstruksi Audit Proyek Politeknik Media

MAKASSAR, BKM — Kejaksaan Negeri Makassar menggandeng ahli konstruksi untuk audit fisik pembangunan kampus Politeknik Negeri Media Kreatif Makassar.
“Bukti dokumen proyeknya sudah dipegang tim penyelidik,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Makassar, Deddy Suwardy Surachman, Jumat (2/10).
Sejauh ini Deddy enggan membeberkan siapa ahli yang akan digandeng. Dia mengatakan, kalau pihaknya dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan ahli konstruksi untuk mengkaji dokumen proyek tersebut.
Deddy menjelaskan, berdasarkan data yang diperoleh, gedung berlantai tiga yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar itu tidak tuntas hingga masa kontrak berakhir. Akibatnya, gedung tersebut belum bisa digunakan sebagaimana mestinya.
Pembangunan kampus yang mulai dikerjakan pada tahun 2012 hingga tahun 2014 telah menelan anggaran dari pemerintah sebesar Rp3 miliar. Namun hingga akhir tahun, proyek itu belum juga tuntas.
Pada pembangunan tahap awal, rekanan hanya dikerjakan di bagian pondasi, balok, kolom, dan cor plat sampai lantai dua. Sedangkan untuk tahap kedua pekerjaannya hanya di lantai dasar, ruang belajar sebanyak lima ruangan, plafon dan cor plat hingga lantai tiga.
Deddy enggan berspekulasi apakah proyek itu nantinya bisa ditingkatkan ke tahap penyidikan atau tidak, sebelum menemukan bukti perbuatan melawan hukum.
” Kita perlu melakukan pendalaman lagi,” ujar Deddy.
Diketahui bahwa proyek tersebut diduga tak sesuai spesifikasi yang ditentukan. Penyelidik juga menemukan dugaan adanya rekayasa tender dalam proyek itu.
Dalam proses penyelidikan, penanggung jawab Politeknik Negeri Media Kreatif Makassar, Marman, telah dimintai keterangan. Marman saat dikonfirmasi menilai tidak ada masalah dalam proyek tersebut. “Pembangunannya itu dikerjakan secara bertahap dan semuanya diatur oleh pusat,” kata Marman.
Marman juga mengaku tidak tahu menahu mengenai masalah tender proyek tersebut. Alasannya, seluruh pelaksanaan tender itu diurus oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. “Silakan tanya penyidik biar lebih jelas.”
Menurut dia, pembangunan kampus itu sudah digagas sejak 2011. Pada 2012 proyek itu telah berjalan, namun berhenti pada 2013 karena tidak ada anggaran yang dialokasikan. Proyek dilanjutkan lagi tahun 2014 sampai tahun ini, namun Marman tidak bisa memastikan apakah pekerjaan akan rampung tahun ini atau tidak. (mat-ril/b)

Exit mobile version