MAKALE, BKM — Sebuah alat berat jenis eskavator milik PT Alfa Timur mengalami kerusakan parah diduga akibat dibakar, Jumat (2/10) sekitar pukul 01.00 Wita. Perusahaan yang bergerak di bidang tambang galian C ini mengelola lokasi di Tapparang Utara, Lembang Ukka, Kecamatan Rantetayo, Tana Toraja, atau sekitar 12 km dari Makale.
Eskavator milik Henrik Wijaya seharga kurang lebih Rp100 juta itu rusak pada sistem komputer, kabin serta selang hidrolik. Kapolres Tana Toraja melaluiWakapolres Kompol Lute Lantang membenarkan kejadian tersebut, dan telah menerima laporan dari pemilik.
”Anggota masih melakukan penyelidikan. Belum ada tersangka yang ditetapkan,” ujarnya.
Jika melihat tanda-tanda di lokasi kejadian, kemungkinan besar alat berat yang sehari-harinya dioperasikan untuk mengeruk pasir itu dibakar. Indikasinya, ditemukan arang kayu dan daun untuk menyalakan api.
”Mudah-mudahan setelah meminta keteranagn beberapa saksi dan dipekuat dengan hasil olah TKP, tersangkanya segera ditetapkan dan ditangkap untuk pertanggungjawabkan perbuatannya,” kata Lute Lantang.
Kasat Reskrim AKP Matius M Tappi juga mengindikasikan kebakaran ini sengaja dilakukan oleh orang tak dikenal. Dari hasil olah TKP dan temuan di lapangan, kuat dugaan kejadian ini akibat persaingan bisnis dan rebutan lokasi tambang pasir dan batu.
Matius Tappi kemudian menjelaskan kronologis kejadian. ”Sebelum eskavator terbakar, operator bernama Samuel RL baru selesai mengoperasikan alat berat dan meninggalkannya dalam keadaan baik,” ujarnya.
Namun sekitar pukul 01.00 Wita, serga yang tinggal tidak jauh dari lokasi, melihat api menyala di bagian atas eskavator. Tidak lama kemudian api langsung membesar.
Warga kemudian berinisiatif memadamkan api dengan menggunakan alat seadanya. Proses pemadaman berjalan lancar, karena eskavator terparkir di pinggir sungai yang ada airnya. Penyiraman dilakukan dengan memakai ember dan mengambil air dari sungai.
Usaha warga ini tidak sia-sia. Api berhasil dikuasai sebelum menjalar ke bagian mesin dan alat vital lainnya.
Menyusul kejadian ini, petugas telah memasang garis polisi di lokasi. Penyelidikan secara intensif dilakukan untuk mencari apa penyebabnya. Apakah akibat korsleting listrik atau memang sengaja dibakar. (gus/rus/b)