Site icon Berita Kota Makassar

Pencarian Diarahkan ke Enrekang dan Toraja

MAKASSAR, BKM — Setelah belum ada hasil yang signifikasi pada hari kedua pencarian pesawat Aviastar jenis Twin Otter DHC 6 dengan nomor penerbangan MV7503 yang hilang sejak, Jumat (2/10), Badan Badan SAR Nasional (Basarnas) memperluas wilayah pencarian ke Kabupaten Enrekang dan Tana Toraja. Apalagi, setelah beredar informasi ada masyarakat yang mengaku menemukan puing yang mirip puing pesawat terbang.

Untuk mempermudah pencarian di wilayah Enrekang, Toraja dan Luwu Raya, Basarnas memutuskan membuka posko transit di Kabupaten Sidrap, Minggu (4/10). Basarnas telah melakukan rapat dan koordinasi dengan pihak Pemerintahan Kabupaten Sidrap untuk mempermudah pencarian. Bahkan Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Felicianus Henry Bambang Soelistyo telah tiba di Sidrap.
Dua Helikopter bantuan pencarian pesawat Aviastar melakukan transit dan pengisihan bahan bakar di Stadion Ganggawa, Pangkajene, Kabupaten Sidrap, kemarin.
Dua heli ini yaitu milik TNI-AD jenis bell 179 serta helikopter milik Bosowa jenis bell 407 PK-BSE. Heli Bosowa jenis bell 407 PK-BSE yang ditumpangi oleh Kepala Basarnas Marsekal Madya FHB Soelistyo mendarat di Stadion Ganggawa sekitar pukul 09.00 wita.
Setelah istirahat sekitar satu jam dan mengisi bahan bakar baru melanjutkan penerbangan ke Kecamatan Maiwa Kabupaten Enrekang dan Bua di Kabupaten Luwu sekitar pukul 10.00 wita.
Sedangkan Heli Jenis bell nomor 179 milik TNI-AD mendarat di Stadion Ganggawa sekitar pukul 10.20 wita untuk istirahat dan melakukan pengisihan bahan bakar setelah melakukan pencarian di pengunungan Kabupaten Luwu.
Pengisian bahan bakar dua heli itu, dilakukan mengingat Kabupaten Sidrap merupakan daerah yang paling strategis untuk dijadikan lokasi transit untuk pengisihan bahan bakar heli.
Kapolres Sidrap AKBP Anggi Naulifar Siregar didampingi Kepala BPBD Sidrap, Siarah Barang menuturkan, saat ini pihak Basarnas akan memimpin untuk melakukan persiapan pencarian pesawat Aviastar jurusan Masamba-Makassar yang mengalami hilang kontak yang hingga kini, pesawat itu belum melakukan pendaratan di Bandara Sultan Hasanuddin.
“Pihak Basarnas sudah siap untuk melakukan pencarian pesawat yang hilang. Semua akan ditangani Basarnas karena mereka yang turun ke lapangan,” kata AKBP Anggi NS di Stadion Ganggawa kemarin.
Di tempat yang sama, Kepala Basarnas Marsekal Madya FHB Soelistyo mengatakan di hari kedua hilangnya pesawat milik maskapai Aviastar jenis Twin Otter DHC 6 dengan nomor penerbangan MV7503 difokuskan pencariannya di wilayah pegunungan Kabupaten Enrekang, Toraja dan Luwu Raya.
“Di Sidrap ini, kita jadikan lokasi transit untuk pengisihan bahan bakar heli yang digunakan untuk mencari pesawat Aviastar yang hilang kontak sejak Jumat (2/10) dalam penerbangan dari Bandara Andi Djemma, Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan menuju Bandara Internasional Sultan Hasanudin, Makassar Sulawesi Selatan,” lontarnya.
Informasi terakhir, kata dia, pukul 15.30 wita, pencarian kembali menyisir wilayah kecamatan Maiwa dan Bua Luwu karena beberapa kabar informasi jika ada puing mirip pesawat telah diidentifikasi berada di wilayah itu.
“Tadi sekitar pukul 15.25 wita saya intruksikan helikopter TNI-AD jenis bell 179 berikut 10 orang personil terbang kelokais yang dimaksud. Mudah-mudahan informasi itu benar adanya,” ungkap Jenderal bintang tiga ini, kemarin.
Soelistyo menambahkan kondisi cuaca untuk pencarian hari ini sangat mendukung personil melakukan pencarian. “Pencarian kita bagi dua tim yakni dukungan udara dan darat. Kami sudah koordinasi Basarnas dan BPBD Enrekang, Toraja dan Palopo,” ungkap dia kepada BKM, kemarin.
Pesawat yang di awaki Pilot Capt. Roy Iriafiradi dengan Kopilot Yudhistira Febby membawa tujuh penumpang yang terdiri dari empat orang dewasa, satu anak-anak dan dua bayi.
Pesawat tersebut hilang kontak 11 menit setelah take off dari Bandara Andi Djema Masamba, Sulawesi Selatan pada pukul 14.25 WITA. Sebelum hilang kontak, pesawat dengan kapasitas 10 orang itu sempat dua kali memberikan kabar posisi pesawat.
“Mereka sempat mengadakan kontak dengan ATC (Air Trafic Controller) Ujung Pandang Makasar info pada pukul 14.33 Wita pada ketinggian 4.500 kaki dan pada 14.36 Wita ketinggian 8.000 kaki. Kemudian mereka mengarah ke Makasar. Saat itu kondisi (terbang) normal, tidak ada indikasi gangguan,” kata Petrus Budi Prasetyo.
Ia mengatakan, pesawat itu harusnya melaporkan kembali posisi terbang pada pukul 15.15 Wita. Namun, tidak ada kontak dengan menara pengawas. “Karena tidak ada respon sampai waktu yang ditentukan, Aviastar menyatakan pesawat hilang. Aviastar juga telah berkoordinasi dengan Badan SAR Nasional dan Sentra Komunikasi Polri setempat untuk mencari keberadaan pesawat,” tandasnya. (ady/cha/b)

Exit mobile version