Site icon Berita Kota Makassar

Salokoa Bertahta Berlian Kembali Dicuci

GOWA, BKM — Untuk pertama kalinya duduk sebagai penjabat Bupati Gowa, H Muh Sidik Salam pun berkesempatan menghadiri dan menyaksikan ritual pencucian benda-benda pusaka peninggalan Kerajaan Gowa atau lebih dikenal dengan upacara adat Accera’ Kalompoang.
Upacara adat yang merupakan agenda rutin yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa setiap Idul Adha melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Gowa ini, berlangsung di Museum Istana Balla Lompoa, Kabupaten Gowa baru-baru ini.
Di sela ritual yang tahun ini merupakan hajatan dari Andi Baso Mahmud, mantan Penjabat Bupati Gowa tahun 2004-2005, Sidik Salam mengatakan, tradisi Accera’ Kalompoang ini sarat makna. “Melalui penelusuran terhadap jejak masa silam, kita akan menemukan wilayah Gowa sebagai daerah kerajaan besar di nusantara yang memiliki karakteristik, nilai-nilai budaya dan keagamaan, khususnya agama Islam. Accera Kalompoang ini diharapkan memberikan kegairahan, harapan dan kerinduan baru terhadap tatanan masyarakat yang lebih baik dalam kehidupan saat ini dan masa akan datang,” harap Sidik Salam.
Benda-benda pusaka yang dicuci dan dibersihkan yakni Salokoa (mahkota) yang terbuat dari emas murni bertahtakan berlian dan permata sebanyak 250 butir dengan berat 1.768 gram, Sudanga atau senjata sakti sejenis kalewang atau sonri, Ponto Jangang-jangaya, Kolara atau Rante Kalompoang (rantai kebesaran), Tataparang atau sejenis keris emas dan benda-benda pusaka lainnya.
Accera Kalompoang ini dihadiri juga Sekkab Gowa, H Muchlis, jajaran Muspida Gowa, para pemangku adat dan anggota Bate Salapang serta para tokoh masyarakat dan pemuka agama, termasuk Andi Maddusila sebagai salah satu keturunan dari Raja Gowa ke 36 yakni Andi Idjo Karaeng Lalolang. (sar/C)

Exit mobile version