Site icon Berita Kota Makassar

Sebelum Hilang, Aviastar Terlihat Putar Haluan

Belum ada secercah harapan akan adanya tanda-tanda keberadaan pesawat Aviastar DHC6-PK BRM yang hilang kontak sejak Jum’at (2/10) siang. Pesawat nahas yang mengangkut tujuh orang penumpang serta tiga crew pesawat ini hilang dalam perjalan dari Masamba menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.
Untuk mencari keberadaan Aviastar, hingga Minggu (4/10) sore, Tim Pencari dari Basarnas melakukan penyisiran lewat laut, darat serta udara. Proses pencarian bahkan diperluas. Ada enam titik yang kini dicurigai menjadi lokasi keberadaan pesawat malang ini.
“Ada informasi yang diperoleh dari masyarakat yang mengaku pernah melihat jenis pesawat mirip Aviastar melintas di Teluk Bone,” kata Direktur Operasional Basarnas, Brigjen TNI Marinir Ivan Ahmad Rizki, Minggu (4/10) siang.
Atas informasi itu, lokasi pencarian pun mulai diperluas, apalagi dari skenario terbang, ada kemungkinan pesawat tersebut bisa sampai ke lokasi itu.
Ivan mengataka, pencarian pesawat Twin Otter pada hari kedua berbeda dengan hari pertama. Penyisiran melalui udara diperluas menjadi enam sektor yang sebelumnya hanya empat sektor.
“Penambahan sektor pencarian dilakukan ke arah selatan kabupaten Luwu Utara,” ujar Ivan.
Ivan menuturkan, pada pencarian hari kedua, tim melibatkan 17 orang personil gabungan. Tujuh belas orang tim pencarian tersebut antara lain dari Basarnas, TNI AU, TNI AD, TNI AL yang dibagi lagi ke dalam empat regu di empat pesawat.
Pesawat yang diterjunkan mencari yakni jenis twin otter milik Aviastar, dua unit helikopter, satu milik TNI AD dan tambahannya satu unit milik perusahaan swasta, PT Bosowa.
Ivan mengungkap, untuk pencarian melalui jalur darat juga tetap dilakukan, dengan melibatkan 125 orang tim gabungan.
Pencarian di Kabupaten Luwu dilakukan tim Basarnas dan Polres Luwu. Tim pencari dipimpin Kapolres Luwu AKBP Adex Yudiswan. Sejak Jumat lalu tim terus menyisir lokasi yang dicurigai sebagai tempat jatuhnya pesawat.
Kapolres Luwu, AKBP Adex Yudiswan menjelaskan pihaknya telah berupaya keras melakukan penyisiran di lokasi yang diperkirakan menjadi tempat jatuhnyan pesawat Aviastar. Pencarian bahkan dilakukan dengan menggunakan alat pelacak signal serta pemantau lokasi jenis Dji Phantom 3 di Desa Botta dan Desa Tallang di Kecamatan Suli.
Selain di kedua desa itu, tim juga menyisir kawasan pegunungan dan hutan Bukit Harapan termasuk kawasan laut Karang Karangan di Kecamatan Bua.
“Kita sudah melakukan pelacakan di beberapa titik melalui jaringan handphone milik pilot, co pilot dan teknisi pesawat Aviastar.Dari hasil pelacakan kita temukan sinyal dari handphone ketiganya di kawasan Desa Botta dan Tallang termasuk di kawasan Kamanre. Namun sejauh ini masih belum ditemukan lokasi jatuhnya Avia Star tersebut,” kata Adex kepada BKM, kemarin.
Bukan hanya di Luwu, Polres Parepare pun ikut melakukan pencarian. Kapolres Parepare, AKBP Alan Gerrit Abast turun lapangan bersama sejumlah polisi laut, Polda Sulselbar melakukan pencarian Aviastar.
“Kami turun ikut melakukan penyisiran karena titik perairan ini menjadi salah satu titik pencarian. Ini juga tindak lanjut dari informasi warga yang sempat melihat,” kata Alan, Minggu (4/10).
Penyisiran yang dilakukan ini, kata Alan, sempat berkomunikasi langsung dengan para nelayan yang sedang mencari ikan di laut lepas.
“Kami tanya-tanya nelayan yang sedang melaut, katanya mereka khususnya di wilayah perairan tidak menemukan adanya tanda-tanda pesawat tersebut,” katanya.
Menurut Alan, sekecil apapun informasi itu soal benar atau tidaknya yang jelas polisi akan terus membantu melakukan upaya pencarian.
“Ini juga perintah langsung Polda untuk ikut aktif dalam melakukan upaya pencarian Asiastar ini,”ungkapnya.
Alan menghimbau kepada masyarakat bilamana menemukan serpihan atau tanda-tanda pesawat aviastar maka seger menghunbungi kantor-kantor polsek disekitarnya, pihak aparat kepolisian segera bertindak cepat. Sebelumnya, seorang karyawan PT Masmindo Dwi Area bernama Balla mengaku sempat melihat pesawat Aviastar terbang , Jumat (2/10) sekitar pukul 15.00 Wita ke arah Kabupaten Enrekang melintasi wilayah udara Latimjong, Luwu. Itu terlihat tak lama setelah pesawat dilaporkan kehilangan kontak.
Warga lainnya yakni Andi Syarifudin, jamaah Masjid di Desa Lonyi Belopa Utara juga mengaku sempat melihat pesawat putar haluan balik dari arah Bua menuju Makassar. Pesawat itu memutar lagi ke arah jurusan Bandara Bua di Kabupaten Luwu. (ish-mat-smr-wan-gus/cha/b)

Exit mobile version