Site icon Berita Kota Makassar

Usai Dicopot, Jabat lagi Kepala Puskesmas

SINJAI, BKM — Beberapa hari lalu Suherlan dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) Lappadata, Kecamatan Sinjai Tengah. Namun ia tidak mesti berlama-lama tanpa jabatan. Suherlan dimutasi menjadi Kepala Puskesmas Sinjai Borong.
Kabar dimutasinya Suherlan dengan tetap menduduki jabatan sebagai kepala Puskesmas, sudah beredar di kalangan internal pegawai Puskesmas Sinjai Borong.
“SKnya Suherlan sudah ditandatangani tertanggal 1 Oktober 2015. Dia menjabat sebagai Kepala Puskesmas di Sinjai Borong,” ungkap Awaluddin Adil, seorang aktivis yang kebetulan berada di Sinjai Borong untuk menelusuri beredarnya kabar ini.
“Kami dan teman-teman aktivis sudah berkunjung ke Puskesmas Sinjai Borong. Kami sudah mendapatkan SK mutasi Pak Suherlan. Nanti kami perlihatkan SKnya,” beber Awaluddin saat dihubungi BKM via telepon, Minggu (4/10).
Menyikapi fakta tersebut, Awaluddin dan aktivis lainnya di Sinjai mendesak Bupati agar membatalkan penempatan Suherlan di Sinjai Borong.
“Hal ini untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Karena saat kami di Sinjai Borong, beberapa tokoh masyarakat dan warga tidak menginginkan Suherlan jadi kepala Puskesmas,” bebernya.
Saat menjabat sebagai Puskesmas Lappadata, Suherlan sempat menjadi sorotan dari masyarakat, aktivis, LSM, media cetak dan bahkan elektronik karena menolak penggunaan mobil ambulance untuk mengangkut jenasah bocah berusia 7 tahun yang meninggal di puskesmas. Akhirnya bocah bernama Masra tersebut diangkut menggunakan motor oleh sekdesnya.
Sementara mantan Direktur RSUD Sinjai dr A Suryanto Asapa yang baru-baru ini dilantik menjadi Kepala Dinas Kesehatan Sinjai yang dikonfirmasi via handphone, membenarkan penunjukan Suherlan sebagai Kepala Puskesmas Sinjai Borong.
”Memang sudah ada SKnya menjadi Kepala Puskesmas Sinjai Borong. Dia dimutasi berdasarkan rapat dan bebagai pertimbangan. Sementara untuk Kepala Puskesmas Pappadata akan diisi mantan Kepala Puskesmas Sinjai Barat,” terangnya.
Terkait adanya masyarakat yang tidak merespon atau menolak Suherlan menjabat Kepala Puskesmas Sinjai Borong, Kadis Kesehatan berdalih bahwa masyarakat bukannya tidak merespon. ”Sebetulnya Suherlan itu baik, hanya saja dia mengambil kebijakan yang tidak pas pada waaktu itu. Ya nantilah kita lihat, karena ada yang setuju dan ada yang tidak setuju. Prosesnya kan saya datang detik-detik terakhir dan sudah disetujui seperti itu melalui rapat sebelumnya. Biar bagaimanapun kita harus menerima. Tapi kalau memang ada gejolak, ya pasti pemerintah daerah akan mempertimbangkannya kembali. Tapi berikan kesempatan dulu buat Suherlan,” tandasnya. (din/rus/b)

Exit mobile version