MALILI, BKM — Penjabat Bupati Luwu Timur Irman Yasin Limpo mengakui kepemimpinan mantan Bupati Luwu Timur Andi Hatta Marakarma selama 12 tahun ini. Pengakuan tersebut disampaikan None, sapaan akrab Irman YL pada serah terima jabatan Bupati yang berlangsung di Gedung Simpurusiang, Kecamatan Malili, Selasa (6/10).
Menurut None, sejak Andi Hatta memimpin Kabupaten Luwu Timur, keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dalam keadaan kondusif. Ini juga tidak lepas dari dukungan dan kerja sama seluruh komponen masyarakat. Termasuk dukungan TNI dan Polri.
“Tentu kita semua tidak menginginkan kedamaian dan ketenangan Kabupaten Luwu Timur dirusak oleh fitnah, saling ejek, saling menjatuhkan, atau peilaku arogan lainnya. Semua pihak saya minta untuk mencegah terjadinya pelanggaran yang akan menodai pesta demokrasi ini,” kata Irman.
Pada pemilukada mendatang, kata None, Aparatur Sipil Negara (ASN) dan aparat pemerintah juga telah diingatkan agar menjaga netralitas dengan tidak terlibat langsung dalam kegiatan dukung mendukung. Apalagi sampai menjadi tim sukses atau berkampanye untuk salah satu pasangan tertentu.
“Itu merupakan pelanggaran terhadap Undang-undang No 43 Tahun 1999 tentang Pokok-pokok Kepegawaian, yang melarang Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk terlibat dalam kegiatan politik praktis. Apalagi sanksi hukumnya sangat jelas,” kata None.
Dihadapan para undangan, None mengaku bersyukur dan berbangga karena Luwu Timur telah mendapatkan kepercayaan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam beberapa lomba. Seperti dua Puskesmas di Luwu Timur, yakni Puskesmas Malili dan Puskesmas Mahalona mewakili Provinsi Sulawesi Selatan dalam lomba Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) berprestasi tingkat Nasional. Puskesmas Malili mengikuti kategori perkotaan, sementara Puskesmas Mahalona masuk kategori wilayah terpencil.
Petugas pengamat dan juru irigasi Kabupaten Luwu Timur Abd Rahman dari ranting bendung Kalaena, menjadi juara satu pada perlombaan petugas Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi Teladan Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan pada bulan Juni 2015 lalu. Dengan prestasi itu, maka Pengamat dan juru ini, sekaligus mewakili Kabupaten Luwu Timur dan Provinsi Sulawesi Selatan pada penilaian lomba pengamat dan juru jaringan irigasi teladan tingkat nasional.
Untuk pertumbuhan ekonomi, lanjut None, perjalanan 12 tahun Luwu Timur telah melewati banyak fase-fase kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat yang dinamis, yang sarat peluang sekaligus tantangan. Kebersamaan yang telah dibina selama ini telah mampu membangun jati diri masyarakat Luwu Timur yang tangguh, toleran dan bermartabat.
“Ini terlihat jelas dengan capaian dari Pemerintah Kabupaten Luwu Timur. Berdasarkan data terkini BPS, tahun 2013 mencerminkan bahwa pertumbuhan ekonomi kita meningkat. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Luwu Timur mencapai 73,96. Capaian ini pula yang memposisikan Luwu Timur berada di atas IPM Provinsi Sulawesi Selatan sebesar 73,28 dan IPM nasional sebesar 73,81. Ini menunjukkan hasil kerja yang positif dan harus tetap kita pertahankan dan kita lanjutkan,” kata None dihadapan Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo.
Selain itu, pertumbuhan perekononian di Luwu Timur baik dengan maupun tanpa tambang, memposisikan daerah ini dengan income perkapita tertinggi di Provinsi Sulawesi Selatan, yaitu Rp41 juta per orang. Dari seluruh wilayah di Sulawesi Selatan, kata None, rata-rata income perkapita masyarakatnya hanya mencapai Rp23 juta per orang.
“Kurang lebih 5 tahun lalu, income perkapita Sulawesi Selatan hanya mencapai Rp8 juta perorang,. Saat ini meningkat mencapai Rp23 juta perorang, sementara Luwu Timur dari 15 juta perorang, kini mencapai Rp41 juta perorang. Ini luar biasa,” kata None.
Demikian pula Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB). Berdasarkan data BPS, PDRB Luwu Timur meningkat dari tahun 2012 sebesar Rp4.807.753,02 menjadi Rp5.270.482,68 pada tahun 2013. Hal ini tentu berdampak bagi laju pertumbuhan ekonomi yang semakin meningkat pula, dimana laju pertumbuhan dengan tambang pada tahun 2012 sebesar 4,97 persen, pada tahun 2013 meningkat menjadi 9,62 persen. Untuk laju pertumbuhan ekonomi tanpa tambang pada tahun 2012 sebesar 7,95 persen, pada tahun 2013 meningkat menjadi 9.78 persen. (alp/rus/c)