Site icon Berita Kota Makassar

Peraih Emas Olimpiade Digaji Rp 20 Juta

MAKASSAR, BKM — Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar (FIK-UNM) Arifuddin Usman, M.Kes menghadiri undangan khusus dalam rangka silaturrahmi dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Imam Nahrawi di Gedung Kemenpora Jakarta, baru-baru ini.
Selain itu hadir pula mantan pelatih Timnas U-19 Indra Safri yang kini menukangi Bali United di Piala Presiden 2015 dan sejumlah tokoh olahraga nasional.
Kepada BKM usai silaturrahmi Arifuddin mengatakan banyak hal yang dibahas pada pertemuan tersebut. Salah satunya adalah atlet berprestasi di Olimpiade. Mereka yang berhasil meraih medali emas akan mendapatkan gaji dari pemerintah Rp 20 juta perbulan, perak Rp 15 juta dan medali perunggu Rp 10 juta perbulan.
Kebijakan ini berlaku kepada atlet yang sebelumnya berprestasi di Olimpiade dan yang akan datang.
”SK dari Menpora atas persetujuan presiden sudah diteken. Tinggal mencari waktu yang tepat untuk disosialisasikan,” ujar Arifuddin yang juga hadir pada pertemuan itu.
Kehadiran Arifuddin di Kemenpora setelah
kandidat kuat peraih penghargaan Pendorong Kemajuan di Bidang Pendidikan ini menghadiri acara dies natalis Universitas Negeri Yogyakarta.
Menurut Arifuddin, gagasan Menpora RI terkait pemberian gaji kepada atlet peraih medali di Olimpiade patut diapresiasi. Karena hal ini bisa menjadi spirit bagi parea atlet untuk meningkatkan prestasi mereka di berbagai cabang olahraga yang diikuti.
Hal lain yang menarik menjadi bahan kajian adalah terkait dengan kondisi PSSI saat ini. Arifuddin mengakui bahwa Menpora telah bertemu FIFA dan menjelaskan kondisi PSSI yang sebenarnya dan masalah sepakbola nasional.
”FIFA sangat paham dengan penjelasan Menpora terkait PSSI. Sanksi FIFA kepada Indonesia juga akan segera dicabut setelah dilakukan kongres luar biasa PSSI,” tambahnya.
FIFA kata Arifuddin sangat memahami itikad baik Menpora dalam memperbaiki sepakbola Indonesia. Atas dasar itulah sehingga kedepan komunikasi pemerintah melalui Menpora dengan FIFA akan terus dilakukan agar berbagai permasalahan yang melilit sepakbola nasional dan seluruh perangkatnya akanh segera berakhir.
”Menpora RI sangat respek dengan masukan yang kami sampaikan. Intinya, Menpora tidak pernah berniat membunuh aktivitas olahraga nasional. Setiap keputusan yang diambil telah melalui pertimbangan matang dan berdikusi dengan banyak pihak. Luar biasa gagasan pak Menpora,” tegasnya. (ila)

Exit mobile version