MAKASSAR, BKM — Tiga dari 10 jenazah korban pesawat jatuh Aviastar berhasil diidentifikasi Tim DVI Polda Sulselbar, Rabu (7/10). Satu dari tiga jenazah itu adalah Nurul Fatimah (29), wanita yang tewas bersama dua anaknya dalam kecelakaan maut itu.
Penyerahan jenazah Nurul Fatimah (29) kepada keluarganya di Jalan Sunu sempat diwarnai protes. Pihak keluarga ingin agar djenazah Nurul diserahkan bersamaan dengan dua jenazah anaknya, Afif dan Raya.
“Kami ingin jenazah Nurul Fatimah diserahkan bersamaan dengan jenazah dua cucu saya,” kata Muhajir, ayah kandung Nurul.
Dia mengatakan, proses identifikasi memang cukup membutuhkan proses pemeriksaan secara akurat, namun pihak keluarga sangat berharap agar penyerahan jenazah Nurul serempak dengan dua anaknya.
“Baru kami menerima jenazah anak kami setelah pihak rumah sakit memberikan penjelasan. Jenazah hanya 30 menit di kediaman kami di Jalan Sunu 2 RT B RW 3 Lorong 2 nomor 30,Kelurahan Suangga. Setelah itu dimakamkam di Kecamatan Tallo,kemudian Jenazah dimakamkan di pekuburan Batangase, Maros,”ungkap Muhajir.
Menurut Muhajir, jenazah dua cucu masih dalam proses identifikasi dan semoga segera bisa selesai. Rencananya, jenazah Afif dan Raya dikebumikan disamping makam ibunya. “Semoga cepat selesai proses identifikasi,” kata Muhajir.
Situasi di rumah duka di Jalan Sunu dijejali ribuan orang. Mereka datang menyatakan duka serta ikut mensalati jenazah Nurul.
Selain Nurul, Tim DIV telah mengidentifikasi dua jenazah lain yakni Rizal Arman (30), warga Sultra dan Sukris Winarto (43) warga yang bermukim di Papua.
“Berdasarkan hasil identifikasi antemortem dan postmortem, ada tiga identitas korban yang sudah diketahui,” ujar Kepala Bidang Dokter Kesehatan Polda Sulselbar, Kombes Pol Raden Harjuno.
Menurutnya, identifikasi dilakukan dengan mengklasifikasi data primer dan sekundernya.
Dari data primer, dilihat dari gigi dan dental ontologi forensik sangat identik tepat pada ciri identitas korban. Untuk Nurul, identitas itu sangat terlihat. Dan dari data sekundernya diperkuat dengan jenis kelamin wanita, menggunakan cincin yang melekat pada jari kanan, kemudian di cincin itu bertuliskan nama suami korban bernama Kaharuddin.
“Data primer pada rangkaian anatomi tubuh korban seperti pada gigi serta dental ontologi forensik dipastikan bahwa itu adalah Nurul,” katanya.
Terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Pol Frans Barung Mangera menjelaskan, setelah diidentifikasi, jenazah para korban akan diserahkan ke keluarganya.
“Usai identifikasi, jenazah korban akan dimandikan lalu dikafani, kemudian diserahkan ke pihak keluarganya,” kata F Barung. (ish/cha/b)