Site icon Berita Kota Makassar

Mulai Digunakan pada Malam Pergantian Tahun

Jalan alternatif Perintis-Sutami semakin digenjot penyelesaiannya. Jalan tersebut dianggap sudah sangat mendesak pengoperasiannya. Jika rampung, diharapkan tingkat kemacetan lalu lintas di Jalan Perintis Kemerdekaan bisa diminimalisir.

Laporan : Rahma Amri

Berdasarkan pantauan BKM, tingkat kepadatan lalu lintas di sepanjang Jalan Perintis Kemerdekaan memang cukup tinggi. Apalagi pada jam-jam sibuk, saat pergi dan pulang masyarakat dari maupun ke tempat kerja.
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mewanti-wanti Dinas Bina Marga agar jalan provinsi sepanjang 2,6 km itu sudah bisa dioperasikan saat malam pergantian tahun dari 2015-2016.
“Saya berharap jalan Perintis-Sutami sudah bisa dioperasikan malam tahun baru. Kami ingin merayakan pergantian tahun di sana,” kata Syahrul di sela-sela peninjauan Jalan Perintis-Sutami belum lama ini.
Statement gubernur itu menjadi pekerjaan rumah Dinas Bina Marga Sulsel untuk ditindaklanjuti.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Bina Marga Sulsel, Hasdullah optimistis, apa yang ditargetkan gubernur mampu direalisasikan tepat waktu.
“Saat ini, progress proyek sudah 65 persen, on schedule. Insha Allah sudah bisa dioperasikan saat malam Tahun Baru sesuai target yang diberikan Bapak Gubernur,” katanya, Rabu (7/10).
Kendati belum rampung secara keseluruhan hingga akhir tahun, lanjut Hasdullah, jalan alternatif itu dijamin sudah bisa digunakan.
“Kalaupun belum rampung 100 persen hingga akhir tahun, lebih pada tahap penyempurnaan saja. Namun secara umum, fisik jalan dan jembatan sudah bisa digunakan,” kata Hasdullah.
Dia melanjutkan, pihaknya masih akan terus menyempurnakan proyek tersebut hingga tahun depan. Untuk itu, Dinas Bina Marga masih mengusulkan anggaran sebesar Rp15 miliar di APBD Pokok 2016.
“Anggaran itu rencananya untuk merampungkan sisa permukaan jalan yang belum dibeton dan finishing sejumlah item lainnya,” katanya.
Terkait pembebasan lahan, Hasdullah mengakui masih ada 18 pemilik lahan yang belum menerima uang ganti rugi. Ada beberapa faktor yang menyebabkan proses pembebasan lahan masih bersoal. Diantaranya, karena ada pemilik lahan yang tidak diketahui tempat tinggalnya. Selain itu, ada juga status kepemilikan lahan yang masih bersoal karena satu bidang lahan, ada dua hingga tiga orang yang mengklaim sebagai pemiliknya.
Namun, Hasdullah menjamin persoalan tersebut bukan kendala untuk merampungkan proyek jalan Perintis-Sutami. Alasannya, seluruh tahapan pembebasan lahan sudah dilakukan berdasarkan aturan. Saat ini sudah masuk tahapan konsinyasi dimana persoalan pembebasan lahan sepenuhnya diserahkan ke pengadilan.
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo punya ekpektasi besar terhadap Jalan Perintis-Sutami ini. Menurutnya, jalan ini sangat dibutuhkan untuk mengurai kemacetan kota.
Syahrul berharap, jalan-jalan alternatif lain bisa diwujudkan. Salah satunya, jalan middle ring road.
Dia berharap, setelah Perintis- Sutami rampung, lingkar tengah atau middle ring road juga bisa segera digenjot. Dengan begitu, banyak pilihan jalan untuk menghindari penumpukan kendaraan. (b)

Exit mobile version