Muda dan berprestasi. Dua kata itu cukup tepat untuk menggambarkan sosok Amanda Salsabila dan Adinda Saltsabitah. Keduanya merupakan atlet andalan dan berpotensi yang dimiliki Sulsel pada cabang olahraga ski air.
Keduanya bersaudara. Sang kakak, Amanda, kelahiran Makassar 18 Desember 1999. Sementara sang adik, Adinda merupakan remaja kelahiran Makassar 30 April 2001.
Amanda Salsabila dan Adinda SaltsabitahDi usianya yang masih muda, anak pasangan Ismail Sellery dan Jumhari Hanaking ini sudah menorehkan prestasi membanggakan, baik yang berskala lokal, nasional, maupun internasional.
Amanda pernah keluar sebagai Juara I Trick Beginner SMP di Jakarta pada Kejurnas Ski Air Junior tahun 2011. Juara II Slalom Beginner SMP Putri pada kejuaraan yang sama. Juara III Wakeboard U-17 Putek di Jakarta pada Kejurnas Ski Air dan Wakeboard 2011.
Amanda juga pernah meraih juara III Wakeboard SMP Putri di Bandung tahun 2013 pada Kejurnas Open Ski Air dan Wake Board. Bersama tim ski air Sulsel, Amanda mengharumkan nama Indonesia pada kejuaraan Asia Ski Air 20 September 2013 di Jakarta. Dan yang teranyar, Amanda lolos pada Pra PON 2015 untuk mewakili Sulsel pada cabang olahraga ski air di PON 2016 mendatang.
Tak mau kalah dengan sang kakak, Adinda juga mencatat sejumlah prestasi pada cabang olahraga yang sama. Dara hitam manis ini pernah meraih juara I pada Kejurnas Ski Air dan Wakeboard Pelajar Open tahun 2013.
Dia juga meraih juara 2 Trick Kejuaraan Kasal Cup tahun 2014, Juara III Kejurnas Tim Tahun 2015. Yang teranyar finalis Trick Riding Pra PON XIV tahun 2015. Dan bersama-sama sang kakak, dia akan mewakili Sulsel pada PON XIV 2016 mendatang.
Baik Amanda maupun Adinda, mencintai olahraga air itu karena sejak kecil sering ikut sang ayah menyalurkan hobinya pada olahraga yang cukup ekstrim itu.
Sang Ayah, Ismail Sellery merupakan atlet dan pelatih ski air Sulsel.
“Awalnya suka ikut kalau ayah lagi latihan. Lihat-lihat, terus dicoba, ternyata olahraganya asyik dan menyenangkan. Jadi tekuni ski air karena terinspirasi dari ayah,” kata Amanda saat bincang-bincang santai dengan BKM di rumahnya, Kamis (8/10).
Umur tujuh tahun, Amanda dan Adinda yang saat itu berumur enam tahun, mulai akrab dengan olahraga ini. Ketika melihat kemampuan dan kelihaian dua anak gadisnya beratraksi di atas papan ski, sang ayah yang akrab disapa Selle mulai mengarahkan mereka untuk meraih prestasi.
Pada tahun 2011, keduanya secara serius menekuni olahraga ini dan ikut-ikut lomba baik lokal maupun nasional.
Sebagai atlet ski air, Amanda maupun Adinda harus mempersiapkan fisik yang prima serta mengikhlaskan waktunya untuk berlatih terus agar kemahirannya diatas papan ski terus terasah.
Jika dalam persiapan untuk mengikuti suatu kejuaraan, latihan yang dilakukan semakin intensif. Pagi sekali sebelum berangkat sekolah dan sore sepulang sekolah, keduanya harus latihan. Beruntung sekolah tempatnya menimba ilmu, di SMAN 1 Makassar, sangat mensupport kegiatan positif yang mereka tekuni.
Orang tuanya cukup berbangga hati dengan prestasi yang telah diraih kedua anaknya. Dia berharap, mereka bisa menjadi atlet profesional yang mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. (rhm/cha/b)