MAKASSAR, BKM– Proses lelang jabatan untuk mengisi kekosongan jabatan di Pemprov Sulsel kembali bergulir.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Latif, menjelaskan, saat ini pihaknya sementara melakukan persiapan untuk proses lelang jabatan tahap kedua.
“Kita sementara persiapkan. Dalam waktu satu dua hari ke depan akan dibentuk panitia seleksi atau panselnya,” kata Abdul Latif, di ruang kerjanya, Kamis (8/10).
Dia menegaskan, pansel yang akan dibentuk berbeda dengan panitia sebelumnya. Perbandingan pansel 55 persen dari luar dan 45 persen berasal dari lingkup internal Pemprov Sulsel.
“Pansel juga harus disesuaikan dengan jabatan yang akan dilelang. Jadi harus ada ahlinya,” jelasnya.
Sekda menegaskan, pemprov akan berupaya mengisi seluruh posisi jabatan yang kosong. Dia menargetkan, paling cepat akhir tahun, dan paling lambat awal tahun depan, semua jabatan yang kosong sudah diisi. Tidak ada lagi yang diisi pelaksana tugas.
Abdul Latif melanjutkan, berbeda dengan proses mutasi lewat Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat), proses lelang jabatan dinilai memakan waktu yang cukup panjang, yakni sekira dua bulan. Dan itu dinilai cukup mengganggu kinerja aparat pemerintahan.
Hal yang sama pernah dikeluhkan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo. Dia menilai kebijakan lelang jabatan yang diinstruksikan pusat, prosesnya cukup menyita waktu. Hal itu mempengaruhi kerja-kerja pemerintahan. Karena ada jabatan yang harus diisi pelaksana tugas cukup lama, menunggu proses lelang jabatan selesai.
Saat ini, cukup banyak jabatan eselon II yang masih diisi pelaksana tugas. Diantaranya, posisi Kepala Dinas Bina Marga, Kepala Badan Kesatuan Bangsa, Kepala Rumah Sakit Umum Daerah Haji, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Kepala Biro Organisasi, Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Holtikultura, serta Kepala Dinas Perhubungan. (rhm/war/b)