ENREKANG, BKM — Isra, seorang bocah delapan tahun ditemukan tewas tenggelam saat bermain di tepi Sungai Saddang, Kelurahan Penja, Desa Karueng, Enrekang, Minggu (11/10). Korban yang merupakan warga Luwu Utara ini datang ke Enrekang bersama keluarganya untuk menghadiri acara pernikahan kerabatnya di Penja.
Rombi, salah satu warga Penja mengatakan, korban bersama ayahnya Warno menuju ke tepi sungai berniat mencuci motor. Namun saat ayahnya tengah mencuci motor, korban dibiarkan bermain sendiri.
Warni baru tersadar setelah anaknya tidak kelihatan. Ia selanjutnya meminta pertolongan warga yang ada di acara pengantin.
“Ayah korban ke sungai bersama anaknya. Saat cuci motor, anaknya main sendiri. Sadar anaknya hilang, bapaknya langsung minta pertolongan ke warga yang ada di acara pengantin,” ujar Rombi yang juga ikut melakukan pencarian korban di TKP, Minggu (11/10).
Ratusan warga dengan peralatan seadanya, berhasil menemukan korban di dasar sungai yang sudah dalam keadaan tidak bernyawa lagi sekitar 40 meter dari lokasinya bermain. Korban merupakan anak kedua dari pasangan Warno dan Dija, yang masih duduk di bangku kelas dua Sekolah Dasar di Lutra.
Setelah ditemukan, jasad korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Massenrempulu untuk divisum. Selanjutnya dibawa ke rumah duka. Korban rencananya dimakamkan di pemakaman keluarga di Penja, Enrekang
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Enrekang Sutrisno yang ikut melakukan pencarian korban, mengatakan musibah ini terjadi karena kelalaian orang tua korban yang kurang mengawasi. Apalagi korban baru pertama kali mandi di Sungai Saddang.
“Kurang pengawasan orang tua. Apalagi orban tidak kenal medan. Kita langsung turun ke lapangan saat ada laporan masuk ke posko bencana BPBD,” kunci Sutrisno. (her/rus/b)