Site icon Berita Kota Makassar

Kopertis Dukung AMI Ciptakan Alumni Siap Pakai

MAKASSAR, BKM — Sekertaris Pelaksana (Sespel) Kopertis Wilayah IX Sulawesi Hawignyo mendukung sepenuhnya Akademi Maritim Indonesia (AMI) Veteran untuk menciptakan alumni siap pakai. Karena hal ini sejalan dengan program pemerintah untuk meningkatkan daya saing alumni perguruan tinggi ataupun lembaga pelatihan di dunia kerja.
Dukungan tersebut disampaikan Sespel Kopertis ketika menjadi inspektur upacara (irup) pada upacara pelantikan taruna dan taruni baru, serta kenaikan tingkat di kampus AMI Veteran, Sabtu (10/10). Sebanyak 741 taruna dan taruni baru dilantik, terdiri dari program studi (prodi) KPN 234 orang, teknika 240 orang dan nautika 240 orang. Sementara naik dari tingkat ke tingkat dua sebanyak 571 orang, dan tingkat dua ke tingkat tiga sebanyak 546 orang.
”Dari laporan yang saya terima, ada satu taruna AMI Veteran yang sudah dikontrak perusahaan pelayaran Korea, meskipun masih kuliah. Ini patut kita apresiasi. Karena perguruan tinggi swasta seperti AMI ini mampu melahirkan alumni yang siap pakai, bahkan langsung dikontrak oleh perusahaan luar negeri,” kata Hawignyo.
Diakui Sespel Kopertis, eksistensi sebuah perguruan tinggi sangat ditentukan dari pengakuan masyarakat. Hal itu tidak terlepas dari empat poin penting yang harus dimiliki sebuah perguruan tinggi yang kualified.
”Kehadiran perguruan tinggi yang baik ditentukan oleh dosen yang memadai, gedung yang baik, peralatan serta manajemen yang baik. Empat sisi ini harus diperhatikan oleh para orang tua dalam memilih perguruan tinggi bagi anak-anaknya untuk melanjutkan pendidikan,” kata Hawignyo.
Terkait proses perubahan status dari AMI Veteran ke Polteknik AMI Makassar, Sespel mengatakan, dalam waktu dekat akan turun tim dari Kementerian Riset dan Dikti untuk melakukan visitasi di kampus. Setelah itu, tinggal menunggu SK perubahan.
”Kalau dari segi persyaratan, semuanya sudah dipenuhi AMI Veteran. Jadi tinggal menunggu SK perubahan statusnya,” tandas Hawignyo lagi.
Menyikapi penegasan itu, Direktur AMI Veteran Amrin Rani mengatakan, selama ini pihaknya terus membenahi fasilitas yang ada di kampus. Termasuk penyediaan dosen sesuai yang dipersyaratkan.
”Untuk saat ini hampir semua peralatan yang dibutuhkan sudah ada di kampus. Kita juga terus menambah dosen untuk memenuhi rasio dosen dan mahasiswa. Jadi tidak ada masalah,” tandas Amrin.
Sementara taruna AMI Veteran yang telah dikontrak perusahaan pelayaran asal Korea, yakni Rudi Mustari. Mahasiswa jurusan teknika tahun 2010 ini bahkan mendapatkan beasiswa sebesar US$1.000 dalam setahun. Jika bekerja nantinya, dia akan mendapatkan gaji US$3.000 selama sebulan.
Selama setahun, anak petani asal Kampung Duri, Kecamatan Paletetang, Pinrang ini melaksanakan prala di kapal milik perusahaan KSS Line Korea. Di Indonesia, perusahaan ini menggunakan bendera PT KASIC Mulia Indah.
Salah satu yang menjadi modal besar Rudi langsung dikontrak pihak perusahaan, karena bahasa Inggrisnya. ”Kuasai bahasa Inggris,” ujarnya saat ditanya apa pesan untuk adik-adiknya di AMI Veteran jika ingin dikontrak bekerja perusahaan luar negeri seperti dirinya. (rus)

Exit mobile version