SOPPENG, BKM–Ribuan selebaran bernada kampanye hitam diyakini untuk memonjokkan paslon nomor urut 2, Andi Kaswadi Razak-Supriansa (Akar Super) jelang Pemilukada 9 Desember nanti.
Selebaran yang menghubungkan kembali peristiwa anarkis di Pemilukada 2010 itu dimana isinya mengajak warga untuk tak memilih pemimpin yang suka melakukan anarkisme.
Tim Akar Super menanggapi santai selebaran itu. “Itu adalah jalan pintas paling kotor yang dilakukan seseorang untuk meraih simpati pemilih. Tapi kami meyakini pemilih kita sudah cerdas untuk menilai siapa calon terbaik. Ini tindakan penzoliman terhadap kami,”ujar tim Akar Super, Nurmal Idrus.
Nurmal mengaku tak akan bereaksi apapun dengan selebaran itu. “Tak ada gunanya melayani cara kotor seperti itu. Lebih baik hari ini kami fokus turun ke bawah mencari suara dan simpati. Ini lebih terhormat daripada menggunakan cara-cara seperti itu,”kata mantan ketua KPU Makassar ini.
Sementara itu, Kapolres Soppeng AKBP Dodied Prasetyo Aji merespon baik kondisi Soppeng saat ini ketika melakukan patroli ke pelosok kampung sekaligus memantau pos pos ronda yang ada apakah difungsikan atau tidak.
Saat berdiskusi, Kapolres berharap warga bisa tetap menjaga keamanan sehingga tercipta rasa aman ditengah masyarakat, dan silahkan berdemokrasi dengan berbeda pilihan, tapi persaudaraan tetap yang dikedepankan? karena para calon ini juga adalah semua berkeluarga tidak orang lain kata Dodied.
“Dan bila ada yang mau mencoba coba berbuat onar serta provokasi keadaan, sehingga membuat tidak aman dan bahkan rusuh, maka tidak ada jalan lain? pasti pihaknya mengambil tindakan tegas yakni tembak ditempat, karena prinsipnya jauh lebih terhormat bila ia bisa melakukan sesuatu lalu akibat tindakan itu dirinya dicopot. Daripada ia tidak berbuat apa-apa sehingga dirinya dicopot. Makanya kalau ada yang mau berbuat rusuh siapapun mereka maka kami perintahkan tembak ditempat,”tegas Dodied. (fir/rif/c)