Site icon Berita Kota Makassar

Atap Gedung DPRD Mamasa Ambruk

MAMASA, BKM — Sejumlah bangunan di Kabupaten Mamasa mengalami kerusakan akibat angin puting beliung yang melanda daerah ini pada Sabtu sore (10/10) sekitar pukul 16.00 wita. Kerusakan itu kebanyakan terjadi dibagian atap. Seperti halnya dengan bagian atap pada bangunan kantor gedung DPRD Mamasa.
Tidak ada korban jiwa maupun luka akibat rusaknya atap gedung wakil rakyat ini. Karena pada hari itu kantor DPRD Mamasa sedang tutup. Atap gedung DPRD Mamasa ini tergulung seperti layaknya tikar. Gulungannya sampai pertengahan badan kantor. Gedung DPRD Mamasa yang rusak itu merupakan gedung pimpinan dewan. Gedung ini langsung berubah wujud tak ubahnya seperti kuburan tua.
Gedung DPRD Mamasa ini berjejer tiga gedung kantor yang berornamen rumah Toraja. Gedung yang di tengah lebih dahulu ambruk tahun 2009. Gedung ini dibiarkan rusak begitu saja tanpa ada perhatian dari wakil rakyat. Kemudian gedung ketiga juga ambruk disapu puting beliung. Sedangkan gedung satu juga sudah mulai retak-retak. Ironisnya, setiap tahun gedung wakil rakyat ini mendapat alokasi anggaran untuk biaya pemeliharaan kantor melalui APBD Mamasa.
Yohanis Buntulangi SSos, Ketua Komisi II Bidang Pembangunan DPRD Mamasa, ketika diminta tanggapannya terkait ambruknya atap gedung DPRD Mamasa, mengatakan, gedung ini sudah tua. Kondisi fisiknya sudah rapuh. ”Ini kan sudah gedung tua. Kondisi fisik bangunan sudah rapuh. Bangunan ini kan tahun 2006. Kemudian juga tanah yang ditempati mendirikan gedung labil membuat badan gedung bergeser. Kita liat saja, memang rangka atap kan aluminium. Sangat ringan. Sehingga mudah dibawa angin. Olehnya itu, ke depan tidak perlu lagi kita keluarkan biaya rehab ini gedung. Mubassir saja. Saran saya, supaya kita buat kantor baru. Kita juga was-was kalau kita berada di ruang gedung. Takutnya kalau kita di dalam lalu ambruk. Kejadian ini merupakan musibah. Dan tanggung jawab bukan pada siapa-siapa, tetapi kepada pemerintah daerah dan DPRD sendiri. Olehnya itu, kita mau gedung dewan ini kita rombak lalu bangun baru. Sebab memang sejak awal pembangunan gedung ini sudah salah,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Mamasa, Drs Benyamin YD MPd yang turun langsung melihat dari dekat gedung dewan yang ambruk tersebut, mengatakan, kondisi ini harus ditangani secepatnya. Karena ini merupakan bencana alam atau emergensi. ”Saya sudah perintahkan Sekwan untuk buatkan telaah staf ke bapak bupati, agar bidang tehnik dalam hal ini pihak Dinas PU membuatkan desain untuk membenahi atap gedung dewan tersebut. Sebab kalau kita menunggu anggaran pokok, masih lama. Olehnya itu, kita gunakan izin prinsip untuk membangun atap gedung yang ambruk tersebut,” kata Benyamin seraya menambahkan, tinggal menunggu bupati dan ketua dewan untuk membicarakan persoalan ini. (dar/mir/b)

Exit mobile version