Site icon Berita Kota Makassar

Hujan tak Kunjung Turun, Pejabat Sulsel Salat Istisqa

MAKASSAR, BKM — Kemarau panjang yang melanda seluruh wilayah Sulsel mulai berdampak. Belasan ribu hektar lahan persawahan di Sulsel mengalami gagal panen atau puso.
Menyikapi kondisi ini, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo dan Wakil Gubernur Agus Arifin Nu’mang beserta sejumlah pejabat teras di Sulawesi Selatan menggelar salat Istisqa atau salat minta hujan. Ritual agama yang dihadiri ratusan warga itu digelar di halaman rumah jabatan gubernur, Jalan Jenderal Sudirman, Rabu (14/10).
Salat Istisqa yang dilaksanakan sekitar pukul 07.30 Wita itu berlangsung sangat khusyu dan dipimpin imam besar Masjid Al Markaz al Islami, KH Masykur.
Sementara, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel, KH AGH Sanusi Baco Lc, yang memimpin doa salat Istisqa menjelaskan, salat Istisqa merupakan salat yang dianjurkan ketika lama tidak turun hujan atau ketika sumber mata air sudah lama mengering.
BKM/CHAIRIL
SALAT-Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo bersama Wakil Gubernur, Agus Arifin Nu’mang dan pejabat Pemprov lainnya melaksanakan salat Istisqa atau salat minta hujan di halaman rumah jabatan gubernur Jalan Jenderal Sudirman, Rabu (14/10) pagi.Salat Istisqa, kata Sanusi Baco, disunnahkan berdasarkan sebab dzahirnya, dan tidak dianjurkan lagi ketika sebab-sebabnya sudah tiada seperti mulai turun hujan atau mengalirnya mata air dari sumbernya.
“Jika kita meminta dengan bersungguh-sungguh dan tulus, maka Allah SWT akan menurunkan hujan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Kita rendahkan diri di hadapan Allah SWT, lepaskan jabatan dan pangkat, kita memohon dengan sungguh-sungguh. Allah Maha Kuasa,” terangnya.
Ia pun menjelaskan tata cara salat Istisqa kepada warga hadir. Salat Istisqa merupakan salat sunnah dua rakaat, dimana pada rakaat pertama tujuh kali takbir kecuali takbiratul ihram, rakaat kedua lima kali takbir dan diantara dua takbir disunnahkan membaca istighfar.
Usai salat, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, salat Istisqa dilaksanakan bukan hanya karena kemarau panjang sedang melanda semua daerah di Indonesia, termasuk di Sulsel, tetapi juga sebagai bentuk rasa terima kasih kepada Allah SWT. Kemarau tidak hanya mendatangkan kekeringan, tetapi juga berkah.
“Hanya yang tahu berterima kasih kepada Allah SWT yang diberikan kerahmatan. Apa saja yang kita temukan, kesulitan sekalipun, kalau kita tahu berterima kasih, maka akan menjadi rahmat,” kata Syahrul.
Ia menuturkan, Sulsel menjadi provinsi terbaik di Indonesia. Saat daerah lain kekeringan karena kemarau panjang sehingga tidak bisa menanam dan panen, di Sulsel tetap bisa panen dan menanam.
“Di Sidrap, ada 600 hektare lahan yang puso, tapi ada 1.100 yang bisa ditanami. Di Pinrang, yang puso hanya 40 hektare, sedangkan yang bisa ditanami itu 2.000 hektare. Itulah, sepanjang kita tahu berterima kasih, Allah SWT akan memberikan rahmat yang luar biasa,” tuturnya.
Ia menambahkan, secara keseluruhan di Sulsel ada 16 ribu hektare lahan yang puso. Namun, lahan yang bisa ditanami mencapai 29 ribu hektare sehingga produksi pertanian tetap tertutupi.
“Kalau kita berterima kasih dengan tulus kepada Allah SWT, maka tidak ada kesulitan yang dihadapi,” imbuhnya.
Salat Istisqa diikuti berbagai elemen masyarakat, mulai dari anggota TNI, PNS, hingga siswa dari berbagai sekolah. (rhm/war-cha/b)

Exit mobile version