GOWA, BKM — Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Gowa sesumbar mampu mendapatkan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Rp3 miliar hingga akhir Desember tahun 2015 ini.
Dari data yang dimiliki Dispar, realisasi PAD hingga September sudah melampaui target hingga 106,89 persen atau mencapai Rp1.240.245.293 dari target Rp1.165.000.000. Hingga Desember nanti, Dispar optimis kembali mendapat PAD hingga Rp1,5 miliar.
Kadis Pariwisata, Andi Rimba Alam Pangeran setelah melihat pergerakan capaian penerimaan hingga memasuki Oktober mengaku optimis, realisasi penerimaan PAD sekarang akan mampu mencapai angka Rp1,5 miliar. Itu artinya, lanjut Rimba, potensi PAD dari sektor pariwisata Gowa pada tahun ini bisa diraih hingga Rp3 miliar.
“Kita yakin 1,5 miliar bisa tercapai pada Desember nanti. Dengan melihat posisi capaian PAD kita ini, maka kita masih bisa menyedot kisaran dua ratus juta lebih lagi, bahkan kita oprimis sampai akhir Desember bisa mencapai angka Rp3 miliar,” kata Rimba.
Rimba memaparkan, PAD Dispar meliputi pajak restoran dengan target Rp850 juta dengan realisasi hingga Rp987.716.000 (116,21 persen). Pajak hiburan bertarget Rp80 juta mampu terealisasi Rp92.731.000 (115,91 persen). Lesehan Bili-Bili dengan target Rp20 juta mencapai realisasi 109,50 persen. Pajak lainnya seperti penginapan, hutan wisata Malino, air terjun Takapala juga mencapai di atas 80 persen.
“Capaian ini membaik sejak kita menggunakan sistem jemput bola dengan mengoptimalkan pera kolektor secara langsung ke obyek/subyek pajak. Tingginya realisasi penerimaan ini juga terdongkrak dari potensi wisata kuliner yang berkembang pesat di Gowa. Kuliner berjaring seperti KFC, McD, Mie Titi kini mulai rambah Gowa. Satu contoh, setelah bergiat di kompleks perumahan elit di Jl Tun Razak, kini KFC akan mengembangkan usahanya di wilayah selatan Gowa seperti di Pallangga,” jelas Rimba.
Rimba juga menyebutkan, restoran Padivalley (arena golf Padivaley) di Kecamatan Pattallassang juga menjadi penyumbang terbesar PAD Gowa untuk sektor wisata.
“Dengan kondisi potensi PAD Gowa yang masih berpeluang digali itu, maka kami yakin dua tiga tahun ke depan PAD Dispar memungkinkan bisa mencapai Rp3 miliar,” kuncinya. (sar-ril/b)