SINJAI, BKM — Sial menimpa Kapolsek Tellu Limpoe AKP Makmur S. Ia dipukul di bagian pipi kanan yang menyebabkan luka memar.
Pelaku nekat tersebut adalah seorang warga bernama Ambo (43), warga Dusun Batulohe, Desa Sukamaju, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sinjai. Usut punya usut, ternyata saat kejadian Ambo dalam pengaruh minuman keras setelah menenggak minuman keras tradisional jenis ballo.
Peristiwa bermula ketika Ambo mendatangi rumah kepala desanya, Senin (12/10). Ia tak terima anaknya bernama Rijal (16) dikeroyok hingga masuk rumah sakit.
Dalam keadaan mabuk, Ambo tiba di rumah kades pukul 22.00 Wita. Ia bermaksud meminta agar kades membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi anaknya.
Sesampainya di depan rumah kades, Ambo melihat Kapolsek Tellu Limpoe ada disitu. Diapun langsung mengamuk. Saat Kapolsek hendak mengamankannya, Ambo langsung melayangkan tinju kanannya dan mengenai wajah kapolsek. Atas perbuatannya, diapun kemudian diringkus dan digiring ke Mapolres Sinjai.
Wakapolres Sinjai Kompol Ade Noho yang dikonfirmasi, membenarkan adanya kasus pemukulan terhadap Kapolsek ellu Limpoe. ”Pak Kapolsek kena pukul di pipi kanan. Pelakunya sudah ditahan di Mapolres,” ujarnya.
Dijelaskan Ade Noho, saat hendak diamankan, pelaku mengamuk di rumah kepala desa dengan membawa badik. Ketika hendak diborgol, dia melawan dan memukul wajah kapolsek.
”Pelaku ditahan karena membawa senjata tajam, yang ancaman hukumannya 5 tahun penjara. Untuk kasus pemukulannya tidak diproses, karena kapolsek tidak keberatan,” terang Wakapolres di ruang kerjanya, Selasa (13/10).
Ditemui terpisah, Ambo bin H Sommeng mengaku menyesal telah memukul kapolsek. ”Saya tidak tahu kalau itu kapolsek. Mabukka habis minum ballo 2 liter waktu di kebun merica. Saya juga tidak sadar waktu di sana. Saya ke sana karena anakku dipukul sampai masuk rumah sakit,” katanya sambil menangis. (din/rus/b)