Site icon Berita Kota Makassar

Warga Keluhkan Trotoar Berubah Fungsi

MAKASSAR, BKM–Trotoar di jalanan Kota Makassar mulai dikeluhkan warga. Selain sudah banyak yang rusak sehingga mengurangi nilai estetika, juga banyak yang telah berganti fungsi. Diantaranya, menjadi tempat parkir dan ditempati pedagang kaki lima (PK5) untuk berjualan.
Seperti halnya trotoar di Jalan Ahmad Yani, Sudirman, AP Pettarani, Jalan Urip Sumohoarjo, Hertasing dan sejumlah ruas jalan lainnya.
“Beberapa tegel atau keramik di atas trotoar ada yang telah pecah dan mengelupas. Adapula yang ditempati untuk parkir dan PK5 berjualan. Bagaimana, warga mau menggunakan dengan baik,” kata Ridwan warga Tamalanrea, Rabu (14/10).
Selain warga, anggota DPRD Makassar juga mengeluhkan pedestrian dan trotoar berubah fungsi. Dewan menilai, trotoar berubah funsgi karena penegakan aturan yang tidak berjalan baik.
Wakil Ketua Komisi C, Bidang Pembangunan, Fasruddin Rusli bahkan menegaskan, sejumlah PK5 yang berjualan di pedestrian karena kelemahan Pemkot Makassar dalam menegakkan aturan. Selain itu, sejumlah bangunan juga menggunakan trotoar sebagai lahan parkir.
“Bagaimana trotoar mau difungsikan oleh pejalan kaki, jika trotoar sudah dialihfungsikan sebagai lahan parkir dan tempat berjualan. Pemerintah kota terkesan sulit untuk melakukan penertiban, apalagi PK5 banyak menggantungkan hidupnya di trotoar tersebut,” tegas Fasruddin Rusli saat dihubungi BKM, Rabu (14/10).
Lanjut Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menjelaskan, puluhan trotoar jalan beralih fungsi jadi lahan bisnis karena adanya pembiaran oleh pemkot, padahal seharusnya seluruh ruas jalan diperioritaskan untuk pejalan kaki serta penyandang disabilitas.
Penyalahgunaan fasilitas umum (fasum) ini adalah kesalahan yang sudah berkepanjangan, adapun penegak peraturan di Kota Makassar yakni Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) disebut tidak berfungsi dengan baik.
Seharusnya, lanjut dia, Satpol PP tidak memberikan kesempatan atau pembiaran ke PK5.
Sementara itu, anggota Komisi C lainnya, Irwan ST mengatakan, untuk pembangunan pedestrian atau trotoar jalan sudah dianggarakan di APBD Pokok tahun 2014 lalu sebesar Rp14 miliar, diantaranya trotoar di Jalan H Bau, dan Jalan Ahmad Yani. Sementara untuk peremajaan dianggarkan sebesar Rp2,4 miliar.”Perbaikan dan pembangunan trotoar telah dianggarkan, tinggal kita awasi bagaimana realisasinya di lapangan,” katanya. (kita/war/c)

Exit mobile version