BARRU,BKM– Pembangunan asrama baru untuk siswa SMP Negeri 3 Tanete Rilau mengundang reaksi dari masyarakat sekitar. Bagaimana tidak, proyek ini dibangun dengan mendahului proses tender. Proyek yang diperkirakan bernilai Rp300 juta lebih itu sampai sekarang belum dilakukan proses tender oleh pihak ULP.
Beberapa pekerja bangunan tampak sudah beraktivitas di lokasi pembangunan asrama siswa sekolah unggulan ini. Malah, beberapa pihak rekanan yang minta tidak ditulis namanya, mengakui kalau cara seperti ini merupakan langkah yang tidak bisa ditolerir dan harus dicurigai. Apalagi ada pihak rekanan yang mulai membangun dengan cara mendahului proses tender.
“Para pekerja di proyek bangunan ini tidak mungkin melakukan aktivitas kalau tidak ada perintah dari pihak-pihak tertentu,” ujar mereka.
Kepala ULP Pemkab Barru Andi Adnan Azis yang dikonfirmasi, mengaku pernah mendengar adanya informasi bahwa saat ini ada salah satu proyek pembangunan untuk asrama siswa di SMP Negeri 3 Tanete Rilau, dibangun dengan cara mendahului proses tender.
“Makanya, kami minta kepada staf di ULP untuk mencari kebenaran informasi tersebut. Jika memang ada yang melakukan pekerjaan sebelum ada proses tender, tentu itu merupakan pelanggaran,” jelas Adnan.
Ditegaskan Adnan, saat ini di ULP ini belum ada proses tender. Sehingga jika ada proyek yang dikerjakan sebelum proses tender, berarti itu pelanggaran dan harus ditindaklanjuti. (udi/rus/b)