MAKASSAR, BKM — Berawal dari kesamaan hobi suka memasak dan suka membuat kue, hingga mereka sepakat membentuk suatu komunitas dengan nama Celebes Cooking and Baking Community (CCBC). Komunitas ini terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari ibu rumahtangga, professional, praktisi, hingga akademisi.
Saat ini membernya berjumlah 155 orang. Mereka berasal dari kota Makassar, Parepare, Palopo, Jakarta, Semarang, Soroako, dan Yogyakarta. Humas CCBC, Isma Azis Riu dalam rilisnya yang disampaikan ke Redaksi BKM, Kamis (15/10) kemarin, mengatakan, dalam komunitas ini, selain arisan ada banyak kegiatan lainnya.
”Beberapa kegiatan yang sudah sering kami lakukan, di antaranya baking class, cooking demo, latihan bareng (latbar), digital marketing class, dan food fotography yang khusus dibuat untuk member. Kami juga aktif mengikuti kegiatan yang berbau kuliner, seperti seminar baik yang dilaksanakan instansi pemerintah maupun swasta, termasuk para produsen bahan untuk kuliner,” kata Isma Azis Riu yang akrab disapa Chimot.
Sementara itu, Ketua CCBC, Rhanty Kesumaningrum, mengatakan, untuk lebih memperkenalkan keberadaan komunitas CCBC kepada masyarakat, pada Sabtu besok, 17 Oktober 2015, CCBC akan mengadakan Pojok Kuliner (PJK) 2015 di Inkubator Kewirausahaan UNM, samping SD IKIP, Jalan AP Pettarani Makassar. Pada PJK kali ini, diangkat tema ‘Spektrum Kuliner Nusantara’.
”Kami memakai tagline ini karena menu-menu yang ditawarkan representasi ragam menu khas Indonesia. Menu ini telah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga lebih menarik, inovatif dan modern, tapi tetap mengedepankan kualitas. Pada even PJK ini, sebelum hari ‘H’ para member melakukan penjualan atau pemasaran melalui sosial media maupun secara langsung. Animo masyarakat sangat baik. Beberapa blok sudah habis terjual,” kata Rhanty.
Aneka kue yang akan dipasarkan pada PJK 2015 ini, di antaranya duri duriang, samosa, mpek mpek, rujak cireng, katirisala, black burger, getuk dan masih banyak lagi. ”Sedangkan makanan berupa ayam betutu, dangkot bebek, nasi bakar, siomay, juku kambu dan masih banyak lagi. Semua ini adalah buatan dari member CCBC yang memang berwirausaha dibidang kuliner,” jelas Ryank selaku Ketua PJK 2015.
Seiring kegiatan PJK 2015, beberapa acara akan diisi dengan cooking demo, makanan khas Makassar, yaitu pallu kaloa, kepala ikan kakap dan sarabba oleh Fitri, Indri, dan Chef Yusuf. Juga akan diikuti dengan kegiatan baking demo, kue cubit, bana chiz, dan butter cookies almond bersama Chef Andik.
”Juga akan ada lomba plating (penataan) misteri box khusus member, lomba food fotography, dan masih banyak lainnya. Sepanjang acara berlangsung, selain pengunjung bisa memanjakan lidah dengan lebih dari 50 masakan khas nusantara modifikasi member CCBC, pengunjung juga bisa menikmati layanan pemeriksaan kesehatan secara gratis yang meliputi pemeriksaan tensi darah, gula darah, dan asam urat. Serta bisa juga menikmati refleksi kesehatan khas Jepang by Nakamura. Semuanya gratis, dengan syarat membeli paket menu.
”Selain itu, terdapat juga tenant pendukung lain, di antaranya dari para sponsor, dari komunitas lain di Makassar, serta penjual makanan dan minuman selain dari member CCBC,” ujar Ryank.
Visi dari CCBC sendiri, tambah Rhanty, menjadi wadah komunitas terbuka, tempat berkumpulnya pengusaha dan pecinta kuliner di Sulawesi, khususnya Makassar. Misinya adalah menyatukan pengusaha dan pecinta kuliner, berbagi informasi seputar kuliner, mendorong entrepreneurship dibidang kuliner. (mir)