MAKASSAR, BKM — Tim Unit Khusus Kepolisian Sektor Rappocini menangkap Muh Nuhrafa Ari (15), siswa sebuah SMP swasta di Perumnas Tamalate, Kamis (15/10) dinihari. Nuhrafa Ari ditangkap lantaran diketahui telah mendalangi sejumlah aksi begal di beberapa titik di Makassar.
Sejak dua bulan lalu, Nuhrafa alias Ari masuk dalam Target Operasi (TO) polisi. Bahkan, seorang rekannya yang juga terlibat aksi begal kini sedang menjalani proses sidang di Pengadilan Negeri Makassar.
Saat digelandang ke Mapolsek Rappocini, polisi langsung menginterogasi anak baru gede (ABG) ini. Di depan polisi, Ari mengakui jika telah mendalangi sembilan aksi begal di Makassar.
“Saya sembilan kali melakukan aksi begal bersama lima orang temanku. Saya pertama kali beraksi di Jalan Borong Raya Makassar pada Agustus 2015 lalu. Korban kami adalah pelajar dan saat itu saya sendiri. Saya dan teman merampas HP merk Mito,” ungkap Ari.
Ari mengungkapkan, selain di Borong, dia bersama rekannya bernama Takbir dan Wantes, pernah merampas HP di Jalan Mapala. Saat itu dia dan dua rekannya masuk ke dalam rumah korban yang pintunya terbuka.
“Saya juga pernah beraksi di Jalan Tamalate dekat SPM 13, juga pada bulan Agustus. Ketika itu saya beraksi bersama teman bernama Dewa Angga,” ujar Ari lagi.
Selain di Mappala, tersangka juga pernah beraksi di Jalan Hertasning Baru. Saat itu dia bersama rekannya Yudi yang telah meninggal dunia menggasak tas milik wanita berisi uang tunai dan HP.
“Setelah itu saya sama teman bernama Baba beraksi di Jalan Toddopuli. Kami berhasil merampas BlackBerry pada bulan Maret. Malamnya, kami beraksi lagi di depan SMP PGRI dengan merampas tas berisi Android dan uang tunai Rp450 ribu,” beber Ari lugas.
Pada aksi ke tujuh, Ari Cs beraksi dengan Baruga BTN Minasa Upa ditemani Tomi. Mereka menggasak sepeda motor Yamaha Mio Sporty warna putih milik korban bernama Iswandi. Menariknya, karena korban adalah rekannya sendiri.
“Aksi ke delapan kami beraksi di Jalan Aroepala. Saya bersama Ferdin mengancam korban dengan busur lalu mengambil HP. Aksi terakhir kami di Jalan Pengayoman. Saya bersama Ferdin mengambil tas pengendara wanita berisi uang dan HP,” katanya.
Kepala Kepolisian Sektor Rappocini, AKP Muari menjelaskan, keterlibatan Ari diketahui dari sejumlah rekannya yang telah ditangkap lebih dulu. “Dan tersangka saat diinetrogasi mengakui perbuatannya,” kata Muari.
Menurut Muari, masih ada tiga rekan tersangka yang kini masih dalam pengejaran. “Kami masih mengejar tiga lain. Mereka ini satu jaringan. Pelakunya masih berusia sangat belia,” katanya. (ish/cha/b)