Site icon Berita Kota Makassar

Toilet di Balai Kota Kotor dan Jorok

MAKASSAR, BKM– Keinginan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto menjadikan Makassar sebagai kota bersih dan nyaman dengan slogan Makassar Tidak Rantasa (MTR), ternyata tidak didukung penuh dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang membidangi kebersihan.
Ini dilihat dari kondisi toilet pria dan wanita di kantor Wali Kota Makassar di Jalan Ahmad Yani, yang terlihat kotor dan jorok. Akibatnya bau tidak sedap selalu tercium bagi mereka yang ingin membuang hajat di toilet tersebut.
Bahkan tak jarang mereka mengurungkan niatnya karena tak tahan dengan bau yang menyengat hidung.
Tidak hanya itu, beberapa gagang pintu toilet juga terlihat terlepas sehingga toilet tidak bisa lagi digunakan untuk buang air seperti yang terlihat di lantai 2. Namun, ada juga yang pintunya masih ada, tetapi kuncinya telah hilang sehingga pintu toilet tidak bisa ditutup. Ironisnya, kondisi ini hampir merata di semua lantai gedung tersebut. Bahkan, tidak hanya itu, beberapa kran air di tempat wudhu dan wastafel banyak yang tidak keluar airnya.
Rahmat (25), salah seorang pengunjung menyesalkan kondisi toilet di sejumlah lantai dasar gedung wali kota yang kurang terawat dan berbau. “Seperti tidak terawat. Seharusnya perlu perawatan lebih,” sesal Rahmat, Kamis (15/10).
Pantauan BKM, toilet yang jorok, berada di lantai 2 tak jauh dari ruang pola, lantai 8, ataupun toilet yang berada di kantor Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar yang berada di lantai 9.
Sementara tempat penampungan air ataupun dayung di dalam toilet tersebut juga tak jarang ada yang disediakan. Hal inilah yang diduga memicu kurangnya orang yang menyiram air setelah membuang air kecil yang berakibat timbulnya aroma bau yang tidak sedap.
“Seharusnya toilet Balai Kota harus lebih bersih dan terawat dari toilet di instansi lain, karena bisa memberikan contoh yang baik ke instansi di luar Balai Kota,” ungkap Yudha, warga Kota Makassar yang berada di Kantor Balai Kota, kemarin.
Ia menambahkan, toilet yang ada di instansi Pemerintah seharusnya lebih terjaga karena itu semuanya memiliki anggaran pemeliharaan.
Menyikapi hal itu, Kepala Bagian Umum, Mekkawati membenarkan jika perlengkapan yang ada di dalam toilet kantor Balai Kota Makassar seperti ember, dayung ataupun pintu toilet yang berlubang semuanya kurang terjaga.
“Kita selalu ji sediakan ember sama dayung di dalam WC, tetapi banyak oknum atau orang yang tidak bertanggung jawab menghilangkan perlengkapan WC tersebut,” jelasnya.
Ia menambahkan, kondisi toilet yang ada di Balai Kota tidak bisa disamakan dengan toilet yang ada di kantor-kantor lain. Karena, toilet yang ada di Balai Kota masih kantor lama.
(arf/war/c)

Exit mobile version