MAKASSAR, BKM–Dua raja begal di Kecamatan Panakukang, Musdar alias Mudda (22) dan Alfian alias Pita (29) tumbang bersimbah darah ditembak polisi di Jalan Sepakat, Kamis (15/10) malam. Keduanya diketahui sebelum dan setelah beraksi menjalani pekerjaan sebagai pengendara becak motor (bentor).
Kedua tersangka setelah ditembak dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara dengan luka tembak di kaki dan paha.
Penangkapan kedua tersangka berlangsung dramatis. Puluhan polisi yang diterjunkan terpaksa memblokade Jalan Sepakat untuk menghindari tersangka melarikan diri. Musdar dan Alfian dibekuk tanpa melakukan perlawanan.
Namun saat polisi melakukan pengembangan dan meminta kedua tersangka menunjukkan barang bukti, Musdar dan Alfian memanfaatkan situasi dengan berusaha melarikan diri. Melihat ulah nekat keduanya, petugas dengan terpaksa polisi melumpuhkan keduanya dengan sebutir timah panas.
Setelah menjalani perawatan medis di RS Bhayangkara, kedua tersangka dibawa ke kantor Polsek Panakukang untuk menjalani pemeriksaan.
Di depan polisi Musdar dan Alfian mengaku telah 18 kali melakukan aksi begal di Makassar. Sebagian besar aksinya dilakukan di Kecamatan Panakukang.
“Selama ini saya sudah 18 kali melakukan aksi begal di Makassar. Paling banyak di Panakukang Pak,” kata Musdar
Musdar menyebutkan beberapa titik lokasi tempat melakukan aksinya diantaranya Jalan AP Pettarani dan Jalan Bhakti. Rata-rata barang yang digasak adalah dompet berisi uang serta handphone.
Kepala Seksi Humas Polrestabes Makassar Kompol Andi Husnaeni mengatakan, kedua tersangka pernah beraksi di Panakukang dan nyaris diringkus oleh warga. Karena berhasil melarikan diri, motor tersangka dibakar oleh warga.
“Aksi pelaku mayoritas dilakukan di wilayah Panakukang. Dua rekan tersangka yang juga satu jaringan telah lebih dulu diringkus dan sekarang mendekam di balik jeruji besi,” katanya.
Dua pelaku itu, kata Andi Husnaeni, mengaku melakukan aksinya sebanyak 18 kali di tahun 2015 dan keduanya bekerja sebagai pengendara bentor.
“Saat dilakukan pengembangan keduanya berusaha melarikan diri. Dengan terpaksa polisi menembak kaki kedua tersangka untuk melumpuhkan,” katanya. (ish)