GOWA, BKM– Tim Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Gowa meringkus tiga pelaku begal yang selama ini beraksi diwilayah Gowa.
Tiga pelaku begal diamankan petugas dalam waktu dan tempat berbeda, Kamis (15/10) dinihari lalu. Ketiganya masing-masing, Sapriadi Dg Naba (28), Alfian Ilahi (18) dan Ahmad Dg Nyikko (25). Meski sama-sama tercatat sebagai komplotan begal, namun ketiganya diciduk dalam kasus berbeda.
Ahmad Dg Nyikko tertangkap tangan membegal seorang karyawan salah satu rumah bernyanyi di Makassar bernama Agussalim (26), di Jalan Sultan Hasanuddin, Kamis (15/10) dini hari.
Tersangka dalam menjalankan aksinya ditemani lima rekannya mengendarai tiga sepeda motor. Adapun pelaku membegal korbannya dengan cara menendang sepeda motor korban hingga terjatuh.
Namun belum sempat mengambil barang korban, pelaku dikejar oleh masaa yang ada di kokasi kejadian. Pengejaran terhadap Ahmad, berakhir di dekat kawasan waduk Bili-Bili, tepatnya di Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa. Ahmad berhasil diringkus setelah betis sebelah kirinya dihadiahi timah panas oleh petugas. Sementara lima rekannya yang lain berhasil lolos. Ahmad dihadapan petugas membantah jika disebut terlibat aksi begal.
“Saya hanya lewat, dan saya lari karena saya tidak pakai helm karena lihat ada polisi. Tidak tiga motor, saya satu motorji,” bantah Ahmad saat diperiksa penyidik Polres Gowa.
Lain lagi dengan tersangka Sapriadi Dg Naba, warga Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar. Dia berhasil diringkus sebelumnya, saat mencoba merampas sepeda motor korbannya, di Pangkabinanga, Kecamatan Pallangga. Nasib Sapriadi Dg Naba naas lantaran aksinya gagal setelah satu butir peluru bersarang di paha kirinya. Sedangkan seorang rekannya bernama, Erik Nasan (32), berhasil kabur.
Pelaku lain, Alfian ditahan setelah babak belur dihajar massa saat mencoba melarikan sepeda motor korbannya. Alfian diketahui berdomisili di Kelurahan Paccinongang, Jalan Kacong Dg Lalang, juga di hari Minggu (11/10) malam.
Kapolres Gowa, AKBP Rio Indra Lesmana yang dikonfirmasi mengatakan, kendati diantara pelaku ada yang menyangkali perbuatannya, namun pihaknya bersikukuh memiliki bukti kuat bahwa para pelaku terlibat aksi begal.
Adapun upaya pelumpuhan terhadap pelaku dilakukan karena keduanya mencoba melarikan diri dari penangkapan petugas.
“Sejak awal bulan saya menjabat Kapolres, pihak kami mengupayakan pemberantasan begal motor. Kami sudah membentuk tim khusus untuk ini,” tegas Rio di ruang Kasat Reskrim Gowa, kemarin.
Rio menegaskan akan terus mendalami kasus ini termasuk mengejar para tersangka lain yang belum berhasil ditemukan. “Untuk enam tersangka lainnya kita akan buru, nama-namanya kita akan lacak,” jelas Rio. (sar-ril/b)