MAKASSAR, BKM — Warga Jalan Sukaria I, Makassar geger dengan adanya penemuan mayat seorang bocah berusia 2 tahun terpaung dalam sebuah sumur, Minggu (18/10) sekira pukul 09.30 Wita.
Korban diketahui bernama Fiki (2) warga Jalan Sukamana. Informasi yang dihimpun di TKP menyebutkan, korban sebelum ditemukan tewas dalam sumur sempat bermain di sekitar rumahnya.
Korban kemudian diajak oleh gadis bernama Arlin (14) mendatangi sebuah sumur tua di dekat rumah kosong tak jauh dari rumah korban. Setelah tiba disumur tersebut, Arlin yang diketahui memiliki latar belakang gangguan jiwa langsung mendorong Fiki hingga terjun ke dalam sumur sedalam 5 meter.
Sekira 30 menit, korban beraa dalam sumur, ibu korban bernama Sinar kemudian sibuk mencari anaknya. Tak lama, pelaku datang dengan raut wajah tanpa bersalah menyampaikan bahwa ia telah mendorong Fiki ke dalam sumur disebuah rumah kosong.
“Pelaku datang kepada saya melaporkan kalau dia baru saja mendorong Fiki ke dalam sumur,” kata Sinar, ibu korban.
Setelah mendengar pengakuan Arlin, Sinar bersama kedua saudaranya. Jaffar dan Asri. Asri kemudian mengecek sumur dan melihat mayat ponakannya yang saat itu berada dalam dasar sumur.
Melihat kondisi korban, Jaffar salah satu saudara Sinar langsung bergegas masuk ke dalam sumur untuk mengevakuasi jazad bocah malang itu.
“Sayaji kodong yang ambil keponakanku dalam sumur. Saat itu ponakanku sudah dalam konidisi meninggal dunia,” kata Jaffar, salah satu paman korban.
Warga yang ikut melihat peristiwa ini kemudian mengamankan pelaku. Pelaku sempat dihajar, lantara warga kesal dengan ulah pelaku. Beruntung, aparat Polsek Panakkukang yang mendapat informasi lansung mengevakuasi pelaku dari amukan warga.
Informasi bahwa pelaku memiliki riwayat ganguan jiwa juga dibenarkan nenek pelaku, Herawati (61).
“Cucuku itu ada kelainan jiwa, bias tiba-tiba kambuh. Kadang baik dan biasa juga ngamuk tidak jelas, bahkan kerap merusak isi dalam rumah,” akunya.
Herawari juga mengaku kalau pelaku (cucunya) selama ini tinggal bersamanya. Adapun ayah pelaku telah meninggal dunia sejak 1 tahun lalu. Sementara ibunya berada di Pare-pare.
“Sejak kecil itu kodong sama saya dan kita juga tidak menginginkan bahwa ada peristiwa seperti ini,” kata Herawati, saat mendampingi cucunya di Mapolsek Panakkukang.
Kapolsek Panakkukang, Kompol Woro Susilo mengatakan masih melakukan penyelidikan atas tewasnya boca 2 tahun itu yang diduga dicebur oleh pelaku Arlin (14).
“Kami masih dalami kasus ini dan masih mengumpulkan keterangan sejumlah saksi. Untuk mengetahui psikologis pelaku kami akan lakukan proses pemeriksaan kejeiwaan guna memastikan papakah pelaku memiliki kelainan jiwa atau tidak,” ungkap Woro. (ish-jul-ril/b)