MAKASSAR, BKM — Empat proyek infrastruktur dilaunching pada puncak peringatan Hari Jadi Sulsel ke-346, Senin (19/10) siang. Tiga diantaranya adalah proyek jalan dan satu proyek Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB).
Tiga proyek jalan yang dilaunching yakni Bypass Mamminasata, Middle Ring Road dan Elevated poros Maros-Bone. Sementara PLTB merupakan proyek pembangkit yang akan dibangun di Kabupaten Sidrap.
Pelaksana Harian (Plh) Balai Besar Pelaksana Jalan dan Jembatan, Safwan AR mengatakan, pembangunan jalan, jembatan serta koridor itu dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas jalan, memberi alternatif jalan serta mengurai kemacetan lalu lintas khususnya di kawasan Mamminasata.
Safwan mengatakan, pembangunan jalan terdiri dari beberapa paket. Untuk jalan dan jembatan bypass Mamminasata, penandatanganan kontrak untuk pengerjaan tahap pertama akan dimulai awal November. Begitu juga dengan jalan dan jembatan middle road. Sementara proyek elevated atau jalan layang poros Maros-Bone, penandatanganan kontrak di akhir November.
Dia melanjutkan, untuk proyek fisik, pihaknya tidak ada persoalan, targetnya, semua tahapan proyek bisa dilaksanakan sesuai jadwal. Yang menjadi kendala sejauh ini, terkait pembebasan lahan yang hingga saat ini masih dalam proses. Dia berharap pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota bisa membantu percepatan progres pembebasan lahan agar proyek yang akan dikerjakan berjalan lancar.
Untuk PLTB, menurut rencana akan dikerjakan PT UPC Sidrap Bayu Energi. Tahap pertama, menurut rencana akan dibangun PLTB kapasitas 76,125 MW dengan menggunakan 29 turbin atau kincir angin dengan kapasitas setiap kincir sekitar 2,625 MW. Sementara tahap kedua 18 turbin dengan kapasitas 2,5 MW per turbinnya. Investasi yang ditanamkan pada PLTB itu sekitar180 juta dollar.
Untuk Bypass Mamminasata, panjang total ruas jalan yang akan dibangun sepanjang 48,250 km. Tahap I sepanjang 13,750 km. Total anggaran yang disiapkan dari APBN Rp251,249 miliar, akan dilaksanakan multiyears. Tahun 2015 dialokasikan dana sebesar Rp40,425 miliar, tahun 2016 sebesar Rp60 M, tahun 2017 sebanyak Rp75 miliar, dan tahun 2018 sebesar Rp75,824 miliar.
Proyek Middle Ring Road, total ruas sepanjang 7,08 km termasuk empat jembatan sepanjang 185 meter. Total anggaran yang dibutuhkan Rp219,236 miliar, dikerjakan secara multiyears. Tahun 2015 disiapkan anggaran sebesar Rp34,23 miliar, 2016 sebesar Rp40 miliar, 2017 sebesar Rp75 miliar, dan 2018 sebesar Rp70 miliar.
Sementara pembangunan elevated road segmen I Maros-Bone, panjang total yang dibangun sepanjang 1,475 km
dengan total anggaran 169,745 miliar, dikerjakan secar multiyears. Tahun 2015 disiapkan anggaran sebesar Rp30 miliar, 2016 Rp60 miliar, dan 2017 sebesar Rp79,74 miliar.
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo sangat mengapresiasi hadirnya infrastruktur jalan baru untuk memecah kemacetan sekaligus meningkatkan aktifitas ekonomi masyarakat.
Terkait pembebasan lahan, kata Syahrul, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk segera menyelesaikannya. Kalaupun tidak bisa dilakukan secara konvensional, akan diselesaikan secara konsinyasi.
“Saya rasa tidak ada persoalan dengan pembebasan lahan. Kita sangat mengharapkan kehadiran jalan alternatif baru,” katanya usai melaunching tiga proyek infrastruktur jalan.
Sementara itu, Ketua DPRD Sulsel HM Roem menjelaskan di hari jadi Sulsel ke-346, tak bisa disangkali jika kemajuan Sulsel cukup berarti. Malah, Sulsel mencatat prestasi sebagai salah satu provinsi termaju di Indonesia.
“Pertumbuhan ekonominya cukup tinggi. Itu patut diapresiasi. Pembenahan infrastruktur juga terus digenjot. Termasuk sarana infrastruktur jalan seperti tiga proyek yang dilaunching hari ini (kemarin, red),” kata HM Roem.
Dia optimistis kehadiran infrastruktur baru itu mampu meningkatkan aktifitas ekonomi masyarakat. “Kehadiran sarana infrastruktur baru itu akan memberikan multiplayer effect bagi kehidupan masyarakat,” pungkasnya.
Selain launching sejumlah infrastruktur baru, puncak peringatan HUT Sulsel diwarnai sejumlah kegiatan. Diantaranya pemberian penghargaan kepada tokoh yang dinilai memberi kontribusi bagi kemajuan Sulsel. Diantaranya,
HZB Palaguna, Mayjen Purn Amin Syam, AG KH Sanusi Baco, HM Parawansa, HA Muallim, Prof Dr dr Idrus Paturusi, Prof Halide, Brigjen Purn H Bachtiar, HM Alwi Hamu, HM Aksa Mahmud, Ichsan YL, A Hatta Marakarma, Syahrir Wahab, A Sutomo, dan A Halim Paloge. (rhm/cha/b)