Berawal dari sekadar kecintaannya terhadap kegiatan alam terbuka, Fahri Adha kini sudah bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah dari bakat yang dia miliki. Sejak dirinya pertama kali bergabung di Korps Pencinta Alam (Korpala) Unhas, Fahri sama sekali tak pernah menyangka kalau hobinya itu kelak bisa menghasilkan materi.
Laporan: Rahmat
Selain mencintai kegiatan alam terbuka, Fahri mengungkap bahwa dirinya juga aktif dalam kegiatan – kegiatan pelastarian alam. “Saya sangat suka dengan kegiatan alam terbuka, apalagi olahraga ini kan juga membutuhkan adrenalin, ” kata Fahri Adha saat ditemui BKM di gedung Korpala Unhas, Jumat (23/10).
Fahri juga merupakan salah satu orang penting dalam kepengurusan organisasi Korpala. Di dalam organisasi Korpala dia menjabat, sebagai koordinator Badan Usaha Dana (BUD).
Dia dituntut untuk selalu bisa mencari usaha yang menghasilkan untuk kepentingan organisasi. ” Di Korpala kita dituntut untuk selalu bisa berfikir secara positif untuk mencari uang tanpa harus tergantung dari dana Unhas, ” tukasnya.
Selain itu juga pria bertubuh kecil ini, selalu memiliki motivasi yang besar dalam mengembangkan Korpala agar bisa terus selalu eksis, baik di lingkup Unhas sendiri maupun diluar.
Fahri menguraikan, dalam BUD ada divisi yang sengaja dibentuk oleh para seniornya, untuk mencari dana buat organisasi dan penghasilan tambahan bagi para anggota Korpala sendiri.
Cleaning Service Activity (CSA) adalah merupakan divisi yang ada dalam organisasi Korpala yang kegiatannya adalah untuk mengerjakan proyek pembersihan gedung dan pengecetan gedung-gedung perkantoran.
Divisi CSA ini, kata Fahri, juga dibentuk untuk memberikan suporting dana bagi organisasi dan juga untuk mencarikan penghasilan tambahan bagi anggota yang ingin ikut terlibat dalam proyek tersebut.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat, selain keuntungan yang kita dapat buat organisasi, anggota juga bisa menambah uang sakunya, ” ujar Fahri.
Fahri menuturkan, dalam mengerjakan proyek pembersihan dan pengecetan kantor, dia mengaku tidak mematok harga yang tinggi dibandingkan perusahaan yang juga mengerjakan pekerjaan yang sama.
“Kita tidak terlalu mematok harga yang tinggi, semua tergantung penawaran dari pemilik kantor, kalau mereka setuju dengan harga kita tawarkan, yah kita kerjakan, ” kata Fahri.
Setiap gedung kantor yang dibersihkan, kata Fahri biasanya dikerjakan secara keroyokan, semua anggota Korpala bisa ikut membantu dan terlibat dalam membersihkan gedung-gedung yang ingin dibersihkan atau dicat. (mat/b)
