Site icon Berita Kota Makassar

“Panglima” Pasar Terong Duel Sampai Mati

BKM/JULDAM TEWAS-Rahman saat terbaring kritis di Rumah Sakit Akademis, Jumat (23/10). Tak lama setelah dirawat, korban akhirnya meninggal dunia.

BKM/JULDAM TEWAS-Rahman saat terbaring kritis di Rumah Sakit Akademis, Jumat (23/10). Tak lama setelah dirawat, korban akhirnya meninggal dunia.

MAKASSAR, BKM — Hanya gegara aliran listrik lods diputus, dua pria di Pasar Terong terlibat duel, Jumat (23/10). Pada duel maut ini, Rahman (51) yang dikenal sebagai panglima Pasar Terong tewas setelah terkena tusukan badik di dada kiri, lengan dan kaki oleh Syuaib, pedagang Pasar Terong.

Rahman adalah warga Lorong 3, Jalan Kandea III. Nama Rahman sangat disegani di Pasar Terong. Sebenarnya, sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, Rahman sempat dilarikan ke Rumah Sakit Akademis di Jalan Gunung Bulusaraung atau sekitar 1,5 km dari lokasi. Namun, lantaran badik menembus hingga ke jantung, nyawa Rahman tak tertolong.
Sedangkan Syuaib menderita luka kritis akibat usus terburai terkena sabetan badik. Ia terkena tikaman di perut, lengan serta leher.
Syuaib sempat mendatangi kantor Polsek Bontoala dalam kondisi terluka. Polisi lalu membawa Syuaib ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dirawat. Namun karena lukanya cukup parah, tim medis merujuk Syuaib ke Rumah Sakit Wahidin.
Kepala Kepolisian Sektor Bontoala, Kompol Basri Jafar mengatakan, berdasarkan keterangan saksi, kedua pria tersebut duel maut hanya karena persoalan sepele.
Bermula ketika Syuaib datang ke area Pasar Terong sekitar pukul 01.00 Wita dengan maksud menyambung aliran listrik di lodsnya yang sudah beberapa hari diputus oleh Rahman.
Pada saat Syuaib sedang asyik menyambung kabel, Anto anak dari Rahman mengontak ayahnya. Anto mengabarkan kalau Syuaib datang menyambung listrik yang telah diputus.
Sekitar 15 menit berselang, Rahman pun datang lalu menegur Syuaib. Namun Syuaib tetap ngotot menyambung listrik, bahkan menurut saksi, Syuaib kemudian melontarkan makian kepada Rahman. Rahman pun naik pitam. Kedua pria itu kemudian terlibat pertengkaran hebat. Berbekal badik terhunus, keduanya berkelahi.
Warga yang melihat Rahman dan Syuaib saling tikam, tak berani mendekat apalagi melerai. Soalnya, mereka sama-sama menggenggam badik.
Sejurus kemudian, Rahman tumbang dengan luka tusukan di dada. Tak terkecuali dengan Syuaib. Pria bertubuh ceking itu juga tersungkur bersimbah darah lalu kemudian bangkit melarikan diri.
Kepala Seksi Humas Polrestabes Makassar Kompol Pol Husnaini dan Kanit Reskrim Polsek Bontoala yang dikonfirmasi terpisah mengatakan, pelaku belum bisa dimintai keterangan karena masih dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan medis. (jul-ish/cha/b)

Exit mobile version