ENREKANG, BKM — Wilayah Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang akan menjadi pusat industri. Dari sejumlah investor yang telah mengajukan proposal pembuatan izin pembukaan tambang di Kantor Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (KPMPTSP) Enrekang, mereka membidik untuk membuka pabrik marmer di wilayah tersebut.
Hal ini diungkapkan Kepala KPMPTSP Enrekang Numrawan yang ditemui BKM di ruang kerjanya, pekan lalu. Disebutkan, saat ini ada lima perusahaan yang akan menggarap marmer di lima lokasi yang ada di Maiwa.
”Semuanya akan dikelola diMaiwa. Pabriknya juga akan dibuat di sana. Tinggal pemasarannya saja ke luar,” ujarnya.
Untuk saat ini, lanjutnya, izin usaha wilayah sementara ditunggu pihak perusahaan untuk memmulai operasi. “Tinggal itu (izin usaha wilayah) yang ditunggu. Kita sudah meninjau lokasi tambang yang akan digarap,” kata Numrawan.
Diakui, pabrik tambang marmer yang akan beroperasi di Maiwa memiliki skala yang cukup besar. Karena bukan hanya mengelolah tambang di Enrekang, namun juga bahan baku tambang dari kabupaten lain.
“Jadi nntinya pusat produksi tambang itu di tiga wilayah, Enrekang, Sidrap dan Pinrang,” tambahnya.
Pengoperasian tambang ini akan menyerap banyak tenaga kerja. Untuk itu dia berharap, tenaga kerja lokal menjadi pertimbangan pihak perusahaan. “Harapan kita itu. Tenaga kerja lokal jadi utama,” kuncinya.
Sementara Suardi, salah seorang warga pemuda Enrekang menyambut baik kehadiran para investor yang akan mengelolah sumber daya alam yang belum tersentuh. Apalagi hingga saat ini warga Enrekang masih sangat sulit mendapat lapangan kerja, kecuali bertani. Itupun masih terbatas.
“Lapangan kerja kita yang terbatas sehingga banyak pengangguran di Enrekang. Dengan hadirnya investor di daerah ini, kita berharap lapangan kerja lebih terbuka buat warga Enrekang,” imbuhnya. (her/rus/c)