MAKASSAR, BKM — Operasi hunting yang digelar Kepolisian Sektor (Polsek) Manggala, Sabtu (24/10) dinihari, berhasil menjaring dua tersangka kasus begal motor.
Dua tersangka kasus begal, yakni Muh Fahmiansyah (17) alamat Jalan Toddopuli III Nomor 26, Kecamatan Panakkukang serta Syahril alias Caling (14) pelajar beralamat di Jalan Hertasning Utara II, Kecamatan Rappocini.
Kedua tersangka terjading operasi hunting saat mengendarai sepeda motor bersama lima remaja lainnya, di Jalan Borong Raya, Kelurahan Borong, Kecamatan Manggala.
Penangkapan keduanya berawal saat petugas mencurigai beberapa pengendara yang melintas karena berboncengan tiga. Saat dilakukan pemeriksaan, petugas mendapati senjata tajam jenis pisau yang disimpan di pinggang salah seorang dari rombongan .
Ketujuh remaja ini kemudian digelandang ke Mapolsek untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Setelah menjalani interogasi, dua dari tujuh remaja tercatat sebagai pelaku bega. Adapun lima orang yang ikut diamankan saat itu, A Tri Tunggal Putra Askar (16), seorang pelajar beralmat di Prum Permata Hijau Lestari Blok Q7 Nomor 19, Kecamatan Rappocini, Firman (15) alamat Jalan Hertasning Utara II Kecamatan Rappocini, Muh Fajrin Abdillah (17) pelajar, alamat Jalan Karunrung Raya Nomor 8, Kecamatan Rappocini, Aditya Wira Putra alias Adit (18),warga Pasar Harmonis Daya Kecamatan Biringkanaya serta seorang perempuan berstatus mahasiswi, Nurul Paramitha (23), warga Jalan Tidung I Nomor 25 Kecamatan Rappocini.
Firmansyah dan Syahril mengakui terlibat aksi begal disejumlah lokasi, diantaranya, di Jalan Todopuli V, Jalan Waduk Bitoa, Jalan Todopuli X serta di depan Perumahan Puri Taman Sari. Adapun sasaran aksi mereka kebanyakan pengendara perempuan.
Kapolsek Manggala, Kompol Akbar Setiawan yang dikonfrimasi Minggu (25/10) siang, tujuh remaja yang dijaring saat operasi hunting, lima diantaranya tidak teridentifikasi terlibat kasus kriminal. Ke limanya telah dipulangkan setelah dilakukan pendataan serta pembinaan.
Sementara dua orang, yakni Firmansyah dan Syahril masih menjalani pemeriksaan penyidik untuk pengembangan kasus.
“Kami masih melakukan penyelidikan atas kasus ini dan diduga komplotan pelaku ini bisa terbongkar setelah berhasil kami amankan temannya yang lain,” terang Akbar.