SENGKANG, BKM — Energy Equity Epic Sengkang (EEES) sebagai perusahaan penambang gas bumi yang berlokasi di di Kecamatan Gilireng, kembali menyalurkan bantuan melalui Corporate Social Responsibility (CSR) kepada 890 siswa , baik yang kurang mampu maupun siswa berprestasi.
Dana yang digelantorkan untuk beasiswa tersebut sebanyak Rp293.925.000. Dana yang dibagikan tersebut diperuntukkan ke 22 sekolah di daerah ini.
“Beasiswa ini terbagi dua, untuk siswa berprestasi dan untuk siswa yang kurang mampu,” kata Andi Gustina, Field Admin Supervisor EEES saat pemberian beasiswa di Kecamatan Gilireng, kemarin.
Dia mengatakan, program di bidang pendidikan tersebut dimulai sejak 2004. Hal yang melatarbelakangi EEES mengalokasikan CSR adalah anjloknya nilai pendidikan siswa kala itu, dimana Kecamatan Gilireng menduduki peringkat terakhir ujian nasional se-Kabupaten Wajo.
“Alhamdulillah, setelah bergulirnya CSR bidang pendidikan ini selama sepuluh tahun, terjadi peningkatan kualitas pendidikan di daerah ini. Bukan hanya di tingkat kabupaten pelajar asal Gilireng mampu bersaing, namun juga sudah sampai di tingkat provinsi,” jelasnya.
Dia menyebutkan, ada 22 sekolah yang menerima beasiswa,. Terdiri dari 18 Sekolah Dasar, tiga SMP dan satu SMK.
Camat Gilireng Andi Cakunu, berharap dengan adanya beasiswa dari EEES, ditambah dengan program pendidikan gratis dan dana BOS dari pemerintah, angka putus sekolah di Kabupaten Wajo, khususnya di Gilireng dapat ditekan.
“Jadi tidak ada alasan untuk tidak sekolah, karena semuanya sudah gratis. Saya juga meminta kepada para pendidik, agar dengan program gratis pemerintah dan besiaswa EEES dapat lebih meningkatkan mutu pendidikan di daerah kita ini,” ujarnya.
Sementara Kepala UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Gilireng Anas A Tjukke berharap, bantuan beasiswa dari EEES dapat lebih ditingkatkan lagi setiap tahunnya.
“Di Gilireng total ada 2.000 orang siswa, dengan penerima beasiswa dari EEES sebanyak 890 siswa,” sebutnya.
Lurah Kecamatan Gilireng Makka, mengakui peningkatan mutu pendidikan di daerah ini tidak terlepas dari andil CSR EEES. Menurutnya, dengan adanya rangsangan beasiswa dari EEES, bukan hanya siswa yang bersaing, tetapi para orang tua siswa juga berlomba-lomba memotivasi anaknya untuk mendapatkan prestasi.
“Keadaan pada tahun 2003 lalu memang sangat berbeda dengan sekrang. Dulu orang tua siswa tidak memperdulikan anaknya ketika tidak ke sekolah. Mereka malah senang ketika anaknya membantu di sawah. Namun sekarang terbalik, para orang tua siswalah yang memacu anak-anaknya untuk belajar dan berprestasi,” terangnya. (ilo/rus/c)