MAKASSAR, BKM–Proyek pembangunan sifon (gorong-gorong) di Jalan Abdullah Dg Sirua mulai dikeluhkan warga.
Selain dikeluhkan karena menjadi biang kemacetan, juga pekerjaaannya bakal terlambat dari masa tenggang waktu kegiatan yang akan berakhir bulan ini.
Parahnya lagi, kegiatan yang menelan anggaran Rp1,6 miliar tersebut terkesan dikerjakan secara setengah hati.
Pemantauan BKM, kemarin, kegiatan pembangunan sifon yang diperuntukkan untuk mengatasi genangan di daerah Cambajawaya, berdampak kemacetan arus lalu lintas, karena jalan menjadi rusak dan distribusi air bersih menjadi terhambat.
“Mestinya pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) melakukan pengawasan dengan baik. Terutama mengantisipasi dampak pada kegiatan distribusi air serta kemacetan. Parahnya, tidak satupun petugas dari kepolisian maupun dishub yang melakukan pengaturan lalu lintas,” kata Risman, pengguna jalan.
Menyikapi keluhan itu, Kepala Seksi Bangunan Air Dinas PU Kota Makassar, H Haeruddin menyatakan, kegiatan pembangunan sifon memang akan berakhir 28 oktober ini. Namun pihak kontraktor telah mengajukan adendum.”Kegiatan diperpanjang hingga dua minggu kedepan. Mudah-mudahan bisa diselesaikan. Kita juga sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk pengaturan lalu lintas,” katanya. (ucu/war/c)