Site icon Berita Kota Makassar

Cari Uang Nikah, Calon Pengantin Jual Sabu

BKM/JULDAM NARKOBA- Tersangka bersama barang bukti sabu dan ineks saat diamankan di Satuan Narkoba Polrestabes Makassar, Selasa (27/10).

BKM/JULDAM NARKOBA- Tersangka bersama barang bukti sabu dan ineks saat diamankan di Satuan Narkoba Polrestabes Makassar, Selasa (27/10).

MAKASSAR, BKM — Rencana resepsi pernikahan Azis (42) warga Gowa dan Leni (37) warga Jalan Veteran Selatan, Mkaassar terancam batal. Keduanya harus mendekam di balik jeruji besi setelah ditangkap aparat Satuan Narkoba Polrestabes Makassar mengedarkan sabu di Wisma Permata Jalan Sungai Limboto, Senin (27/10) malam.
Selain Azis dan Leni, polisi juga meringkus Zulkifi alias Acung (28) warga Jalan Teuku Umar.
Leni dan Azis yang ditemui BKM di ruang penyidik Polrestabes Makassar terlihat lebih banyak diam. Dengan suara terbata-bata, Azis mengaku akan menikah, pekan depan.
”Kami hanya mau menikah saja tanpa ada resepsi pernikahan Pak,” kata Azis, pelan. Rencana itu juga sudah disepakati keluarga kedua belah pihak.
Di depan polisi, Azis dan Leni mengakui perbuatannya. Dari tangan keduanya, polisi menyita barang bukti sabu-sabu seberat 15 gram serta pil ekstasi (ineks) sebanyak 10 butir.
Narkoba yang dibawa itu rencananya akan dijual kepada soerang pelanggan di Wisma. Azis berboncengan sepeda motor dengan Zulkifi. Namun saat baru tiba di parkiran wisma, keduanya diringkus polisi berpakaian preman. Leni yang juga berada di lokasi itu tak luput dari penangkapan. Di saku celana wanita berparas ayu ini, petugas menyita barang bukti sabu.
Wakil Kepala Satuan Narkoba Polrestabes Makassar Kompol Fajri mengemukakan, hasil interogasi, ketiga tersangka mengaku sudah lama mengedarkan narkoba di wisma Jalan Latimojong.
Tersangka Azis dan Leni juga mengaku menjual narkoba untuk tambahan biaya pernikahan pekan depan. Jika narkoba yang dibawa habis terjual maka mereka akan menerima imbalan dari bandar EL di Jalan Sapiria sebanyak Rp500 ribu per paket.
”Penangkapan tersangka atas laporan dari masyarakat. Kami juga masih mengejar bandar narkoba di Sapiria,” kata Fajri. (jul/cha/b)

Exit mobile version