MAKASSAR, BKM– Fraksi Nasional Demokrat NasDem DPRD Makassar memilih untuk tidak terlibat dalam pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2015 yang sementara digodok di Badan Anggaran (Banggar).
Alasan, Fraksi NasDem, pembahasan APBD P sudah melabrak aturan sebagaimana diatur dalam Pasal 317 ayat 2 Undang-undang Nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah.
Anggota Badan Anggaran (Banggar) sekaligus Ketua Fraksi NasDem DPRD Makassar, Mario David membenarkan jika fraksinya konsisten untuk tak terlibat.
Menurut Mario, dalam pasal 317 ayat 2 menegaskan bahwa pengambilan keputusan mengenai rancangan perda tentang perubahan APBD dilakukan oleh DPRD bersama Kepala Daerah paling lambat 3 bulan sebelum tahun anggaran yang bersangkutan berakhir.
“Seharusnya APBD perubahan sudah ditetapkan sebelum per 31 September 2015, tapi hingga saat ini kenyataannya pembahasan APBD Perubahan baru dimulai dibahas. Sehingga dengan melihat ini, ketakutan Fraksi NasDem ke depan yakni perampungan pembahasan tidak tepat waktu,” kata Mario di DPRD Makassar, Selasa (27/10).
Mario menambahkan, Fraksi NasDem juga meminta agar Badan Anggaran segera konsultasi dengan pemerintah Provinsi Sulsel mengenai pembahasan APBD Perubahan yang dibahas lewat dari batas waktu yang ditentukan dalam undang-undang.
“Kita minta Banggar segera konsultasi, apakah pembahasan bisa dilanjut atau tidak karena alasan pembahasan berada di waktu yang sangat mepet alias lewat batas deadline,” tegasnya.
Sementara itu, salah seorang anggota Banggar, Mudzakkir Ali Djamil juga mempertanyakan usulan anggaran yang terlalu besar di Dinas Pekerjaan Umum, sementara item-item perbaikan yang akan dilakukan tidak krusial. Pada APBD-P Dinas PU mengajukan Dan Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp70 miliar.”Dinas PU anggarannya terlalu besar untuk hal-hal yang tidan krusial. Sementara penanggulangan banjir tidak diperhatikan,” kata Muda sapaan akrabnya pada rapat pembahasan.
Menurut Muda, jauh lebih baik jika Dinas PU menganggarkan untuk rehabilitasi drainase daripada anggaran untuk gerakan bersih-bersih yang tidak terlalu penting.”Musim hujan tidak lama lagi, rehabilitasi drainase sebaiknya dilakukan segera. Tidak usah ada gerakan bersih-bersih itu,” tukas Muda.(ita/war/c)