MAKASSAR, BKM — RR, seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Maros, harus merelakan kesuciannya. Wanita yang masih berusia 14 tahun itu telah digagahi pria hidung belang setelah diberi imbalan uang Rp700 ribu kepada ER, tante dari RR.
ER menjual keperawanan ponakannya sendiri ke pria hidung belang, Kamis (22/10) lalu sekitar pukul 23.00 Wita. Namun, informasi ini naru terungkap, Selasa (27/10).
Informasi yang diperoleh BKM menyebutkan, kejadian itu berawal, saat RR ke tempat rental komputer untuk mengerjakan tugas sekolah.
Setibanya di tempat rental komputer itu, tiba-tiba datang dua orang. Satu perempuan bernama Indri dan seorang lelaki. Pada saat itu, RR berboncengan dengan dua rekannya ke kawasan kuliner di Pantai Tak Berombak (PTB) Kabupaten Maros.
Di tempat itu, RR diberikan soft drink yang ternyata minuman keras. Setelah dicekoki minuman itu, korban langsung pusing dan tidak sadarkan diri. Waktu itu, tiba-tiba datang mobil yang dikendarai oleh pria bernama Nurdin dan langsung menjemput dan membawa RR.
RR kemudian disuruh naik ke mobil dalam keadaan setengah mabuk. RR pun naik saja karena di bawah pengaruh minuman keras.
Saat itu, ada dua orang perempuan juga naik di mobil yang dikendarai Nurdin. Kedua wanita itu adalah Indri dan Isni. Setelah korban dan kedua perempuan itu terima uang Rp700 ribu dari Nurdin, keduanya kemudian turun.
Namun, korban saat hendak turun, pintu mobil dalam keadaan terkunci. Korban pun dibawa oleh pria hidung belang itu ke salah satu wisma disekitar Bandara Baru Makassar. Di tempat itulah korban digagahi dan direnggut kesuciannya sebanyak dua kali.
Pascaperistiwa tersebut, pihak keluarga korban telah melaporkan ke Polrestabes Makassar dengan nomor Laporan Polisi : LP/2370/X/2015/Polda Sulssel/Restabes Mks, tanggal 23 Oktober 2015.
“Saya sudah laporkan di Polrestabes Makassar. Tapi, kami sayangkan kenapa dilepas itu perantaranya. Padahal mereka yang menjual cucu saya, ” kata kakek korban, berinisial MS kepada BKM, Selasa (27/10).
MS menceritakan nasib yang dialami cucunya itu. Menurut MS, cucunya itu dijemput perempuan dan seorang lelaki.
“Katanya, cucu saya ikut karena dia (RR) mengira ada tantenya (ER) di PTB,” jelas MS.
Namun ternyata kata MS, semua kejadian yang dialami cucunya itu semua diskenario oleh tantenya sendiri bernama ER.
“Saya sudah mengetahui semua, ini semua diatur dan setting oleh para pelaku. Termasuk tantenya sendiri, ” kesalnya.
Sementara itu, Kasubbag Humas Polrestabes Makassar, Kompol Andi Husnaeni dikonfirmasi membenarkan adanya laporan itu. Husnaeni mengaku, pria yang menggunakan gadis itu sudah ditetapkan sebagai tersangka.
“Sementara, perantaranya masih sebatas saksi. Adapun barang bukti yang disita yakni uang tunai
Rp400 ribu, alat kontrasepsi berupa kondom dan pakaian dalam korban, ” cetusnya. (mat/cha/b)
