MAKALE, BKM — Truk 10 roda kembali menumpuk di jalan poros Pana, Kabupaten Enrekang menuju Tana Toraja. Seperti terlihat, Selasa (27/10). Penumpukan terjadi karena kendaraan yang hendak lewat di atas jembatan darurat dibatasi tonasenya, yakni maksimal 20 ton.
Ketua Fraksi Demokrat DPRD Tana Toraja Kristian Lambe menyebutkan, puluhan truk yang menumpuk tersebut memuat material berupa semen, sembako serta kebutuhan lainnya. Tertahannya distribusi yang disebabkan pekerjaan jembatan yang tengah berlangsung saat ini, berdampak pada naiknya harga kebutuhan masyarakat. Sebab persediaan barang semakin menipis, tidak seimbang dengan permintaan masyarakat.
”Kondisi ini sudah berbulan-bulan terjadi di Tana Toraja. Bahkan distribusi BBM sempat tersendat. Atas nama wakil rakyat, kami mendesak Balai Besar Jalan dan Jembatan Nasional di Makassar memberi perhatian khusus terhadap perbaikan jembatan Pana di Enrekang,” kata Kristian Lambe.
Apalagi di tengah musim pesta rambu solo’, pemenuhan kebutuhan beras masyarakat Toraja tergantung dari daerah tetangga. Pasokannya tidak boleh tersendat, karena produksi beras di Toraja tidak seimbang dengan kebutuhan.
Seorang warga Pana, Rimba mengeluhkan menumpuknya truk di badan jalan. Sebab keberadaannya membuat sempit jalanan sehingga sangat mengganggu lalulintas.
Diapun mendesak agar pelaksana proyek segera menyelesaikan pekerjaannya. ”Dua bulan waktu untuk penyelesaian saya kira cukup. Apalagi musim kemarau. Yang perlu dilakukan adalah segera tambah buruh dan pekerja. Termasuk alat beratnya, harus standby di lokasi,” ujar Rimba. (gus/rus/c)