Site icon Berita Kota Makassar

Kontraktor Proyek Gedung SMPN IX di Bui

JENEPONTO, BKM — Penyidik Polres Jeneponto menetapkan, Zubair bJ sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangun gedung baru SMPN IX Bangkala Barat dana Block Grand.
Zubair bJ menjalani penahanan setelah melalui proses pemeriksaan penyidik di Mapolres Jeneponto, Selasa (27/10).
Diketahui, proyek yang bersumber dari anggaran bantuanAustralia sebesar Rp1,3 miliar tahun 2011 tidak rampung. Akibatnya, proyek ini menjadi temuan oleh pihak Badan Pengawasan Keuangan (BPK) RI pada tahun 2012. Adapun, nilai dugaan kerugian negara pada proyek ini ditaksir mencapai Rp271 juta.
Kapolres Jeneponto, AKBP Joko Sumarno saat usai mengikuti hari Sumpah Pemuda di hlaman kantor Bupati Jeneponto, Rabu (28/10) membenarkan penahanan Zubair bJ. Joko menjelaskan, dalam kasus ini, pihak juga telah menetapkan ketua Komite SMPN IX, H Baso Amir sebagai tersangka.
“Zubair sudah menjalani penahanan. Sementara H Baso Amir belum kita tahan karena sedang di rawat di rumah sakit,” jelas Joko Sumarno.
Sementara Kasat Tahanan dan Barang Bukti (Taht) Iptu Syamsuddin K mengatakan, penahanan Zuabir dilakukan pada, Selasa (27/10) malam.
“Yang bersangkuta ditahan Selasa malam kemarin,” ujar Syamsuddin.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Pemeuda dan Olahraga (Kadikpora) Jeneponto, Masri Manrajuni menolak berkomentar terlalu jauh terkait penahanan Zubair.
“Saya belum ada didalamnya ?makanya no coment,” ujar Masri.
Meski demikian, Masri mengaku kasus ini tidak mengganggu proses penerimaan siswa baru untuk tahun 2015. “Kami sudah tempatkan kepsek dan guru bantu untuk menerima siwa baru tahun pelajaran 2015, sambil dibenahi pembangunannya,” jelas Masri.
Tersangka Zubair bJ yang ditemui di sel Mapolres menuding jika kasus yang menjerat dirinya akibat ulah mantan ketua Komite SMPN IX, Baso Amir yang dinilainya tidak becus dalam mengelola uang proyek.
“Baso itu yang tidak becus. Saya kerjakan sesuai uang yang saya ambil semua proyek phisik yang memerlukan biaya besar sudah dilaksanakan, hanya pekerjaan halusnya saja yang belum dikerja,” kilahnya.
Dia menargetkan proyek ini bisa tuntas, namun karena alasa mertuanya di Jawa sedang sakit, maka pengerjaan proyek terhambar.
“Kalau diberi kesempatan pasti saya selesaikan, hanya masalah waktu karena kemarin, kedua mertua saya lagi sakit di Jawa, makanya saya baru pulang ke sini lagi,” kata Zubair. (krk-ril/c)

Exit mobile version